JATIMTIMES – Pagelaran dan Bursa Tosan Aji Bhumi Ngawi 2026 resmi dibuka di Gedung Kesenian dan Pendopo Wedya Graha, Kabupaten Ngawi, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 18 Juli 2026 ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Ngawi dengan Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) dengan mengusung tema "Tosan Aji Bhumi Ngawi: Sasmita Kanjeng Kyai Parikesit".
Sebanyak 255 bilah keris hasil kurasi dipamerkan kepada masyarakat, dilengkapi 100 meja bursa pusaka dari kolektor dan pegiat tosan aji berbagai daerah, serta agenda pendukung berupa pertunjukan seni, pojok konsultasi, workshop, dan sarasehan.
Baca Juga : Ingin Kulit Glowing? Coba Perawatan Kulit Populer Ini
Senapati Nusantara: Keris Bukan Sekadar Senjata
Wakil Sekjen Senapati Nusantara Nurjianto menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pagelaran ini. Menurutnya, pameran keris merupakan langkah penting dalam melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus sarana edukasi generasi muda dan pendorong ekonomi kreatif.
"Keris bukan sekadar senjata tradisional atau benda pusaka, melainkan karya seni tingkat tinggi. Pembuatannya melibatkan teknik tempa logam yang sangat rumit," kata Nurjianto.
Ia berharap kegiatan ini bisa berjalan setiap tahun dengan semangat guyub rukun dan gotong royong demi memberikan edukasi kepada generasi muda tentang keris yang telah diakui UNESCO.
"Di sinilah kita sebagai masyarakat pecinta keris memiliki satu tugas yang sangat luar biasa untuk memberikan pemahaman-pemahaman yang mengakar tentang keris sesuai tema pameran ini 'Ngudi Kawruh Sejatining Tosan Aji'," pungkasnya.
Ngawi Berpeluang Jadi Kota Budaya
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang membuka acara menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga dan melestarikan keris sebagai warisan budaya bangsa.
Baca Juga : Wamentan Sudaryono Ajak Orang Tua Berikan Makanan Bergizi untuk Anak, Khususnya Telur Ayam
"Kegiatan ini tujuannya untuk memberikan tanggung jawab kepada kita semua untuk merawat dan melestarikan sekaligus mengenalkan budaya (keris) ini," ujarnya.
Ia mencatat tingginya antusiasme masyarakat dan membuka peluang agar pagelaran ini digelar rutin setiap tahun.
"Dengan melihat antusias ini sangat mungkin untuk dijadikan agenda tahunan, sekaligus meneguhkan Ngawi sebagai salah satu kota budaya," tutup Dwi Rianto Jatmiko.