JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi(Pemprov) Jatim berupaya meredam gejolak harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan 2025. Salah satunya melalui gerakan pangan murah (GPM). Di Kota Batu, GPM digelar di Balai Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Batu pada Rabu (26/2/2025).
Bazar bahan pangan murah di halaman Balai Desa Oro-oro Ombo itu dimulai sejak pagi. Masyarakat tampak cukup antusias berbelanja sejumlah bahan pokok yang dihadirkan dengan harga cenderung miring. Mulai dari sembako hingga hasil pertanian hortikultura.
Baca Juga : Bank Jatim Gelar Sharing Session Bidang Human Capital untuk Tingkatkan Sinergi Antar Anggota KUB
Misalnya beras disiapkan sebanyak 1,6 ton dengan per kilogramnya dihargai Rp 12.500, lalu gula pasir Rp 17.500 per kilogram. Selain itu minyak goreng dijual dengan harga Rp 37.500-Rp 38.000, yang pada harga normal mulai Rp 38.500-Rp 39.000. Komoditas lain seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan bawang putih juga dijual dengan selisih harga lebih rendah dari harga di pasaran.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Pujiati Ningsih mengatakan, bazar pangan murah ini sudah digelar 14 titik. Kota Batu jadi kota ke-14 yang bersamaan pelaksanaannya dengan Kabupaten Trenggalek.
"Gerakan pangan murah Pemprov Jatim berkolaborasi dengan Pemkot Batu dalam rangka stabilitas harga dan pasokan jelang bulan puasa Ramadan. Diharapkan dengan ini bisa menjaga stabilisasi harga," ujarnya saat ditemui di halaman Balai Desa Oro-oro Ombo Kota Batu, Rabu (26/2/2025).
Wanita yang disapa Puji itu menambahkan, melalui upaya langsung pasar murah, diharapkan tidak terjadi gejolak harga. Dalam GPM, bahan pangan yang dihadirkan cukup beragam jenisnya. Termasuk mengundang sejumlah penyedia pasokan bahan pangan, petani di Kota Batu, serta melibatkan UMKM.
Dikatakannya, menjelang bulan puasa GPM dilakukan sekitar 40 kali di 38 kabupaten/kota. Ia menyebut, kemudian program serupa akan dilanjutkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota masing-masing melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
"Ini sebagai pengungkit, yang selanjutnya dilakukan Pemkot Batu melalui APBD. Untuk stok melibatkan penyedia daei Perum Bulog, dan beberapa perusahaan lain sampai UMKM dan hasil pertanian Batu sendiri," jelas Puji.
Baca Juga : Kiat untuk Memotivasi Anak Berpuasa di Bulan Ramadan ala Psikolog
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Distan-KP Kota Batu Lestari Aji mengakui sudah mulai diantisipasi adanya gejolak harga di pasaran. Pihaknya yakin operasi pasar murah bisa berkontribusi pada stabilitas harga pangan di Kota Batu.
"Di kota batu terutama menjelang puasa tentunya sudah mulai bergejolak harga bahan pangan," ungkap Aji, sapaannya.
Dia menyebut, GPM ini adalah yang pertama digelar tahun ini di Kota Batu dari Pemprov Jatim. Menurut dia upaya ini sangat membantu masyarakat, karena selain dekat dengan masyarakat, juga diikuti beberapa UMKM, dan menjual hasil panen dari petani lokal. "Mudahan-mudahan harga yang memang dijual lebih murah dari harga pasar, bisa membantu stabilitas harga," imbuhnya.