free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Ramadan di Kota Blitar: Pasar Takjil Jalan Kenanga Jadi Rebutan Pedagang

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

22 - Feb - 2025, 19:38

Loading Placeholder
Kantor Wali Kota Blitar tampak dari depan. (Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES- - Ramadan belum tiba, tetapi antusiasme pedagang untuk berjualan di Pasar Takjil Jl Kenanga, Kota Blitar, sudah mengalir deras.

Kuota yang disediakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar terbatas hanya untuk 90 pedagang. Sementara jumlah pendaftar melonjak hingga lebih dari 250 orang. Akibatnya, banyak pedagang terpaksa mencari alternatif tempat berjualan.

Baca Juga : Hari Peduli Sampah Nasional 2025, Pemkot Surabaya Gelar Aksi Bersih Pasar Keputran

Pak Pur, salah satu pedagang yang ingin berjualan di Pasar Takjil Jl Kenanga, mengaku kecewa karena tidak kebagian stan. Menurut dia, lokasi pasar yang strategis di pusat kota membuat banyak pedagang berlomba-lomba untuk mendaftar. "Banyak yang tidak kebagian tempat, termasuk saya. Saya akan cari stan lain," kata penjual minuman itu, Sabtu (22/2/2025).

Pasar Takjil Jl Kenanga berada di jantung Kota Blitar, dekat dengan alun-alun, kantor wali kota, Taman Pecut, dan Masjid Agung. Letak yang strategis ini menjadi daya tarik utama bagi pedagang dan pembeli. "Biasanya banyak orang yang ngabuburit dan mencari takjil untuk berbuka puasa di sini," ujar Pak Pur.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar menyiapkan dua lokasi utama untuk event SAE Ramadan Festival 2025, yaitu Pasar Takjil Jl Kenanga dan Legi Ramadan Festival di Pasar Legi. Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pasar Disperindag Kota Blitar Joko Purnomo mengatakan bahwa bazar Ramadan yang biasa digelar di berbagai titik kini dipusatkan di Pasar Legi.

 "Di halaman depan Pasar Legi juga disediakan area untuk pasar takjil. Prioritas diberikan kepada warga sekitar dan pedagang Pasar Legi. Jika masih ada kuota, baru dibuka untuk umum," ujar Joko.

Selain itu, lantai dua Pasar Legi difungsikan sebagai bazar makanan non-takjil yang beroperasi dari pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. "Ada 150 stan yang belum dimanfaatkan. Target kami, jika 50 persen dari kuota terisi, itu sudah cukup baik," katanya.

Baca Juga : PC Fatayat NU Surabaya Launching KTA dan Garda Fatayat

Namun, bagi pedagang yang mengincar lokasi di Jl Kenanga, pilihan berjualan di Pasar Legi tampaknya bukan opsi yang menarik. Pasar Takjil Jl Kenanga telah lama menjadi ikon Ramadan di Kota Blitar. Tahun ini, pemerintah bahkan berupaya memperkuat branding-nya sebagai Kenanga Street Food. Namun, dengan ruang terbatas, hanya 90 pedagang yang bisa ditampung. "Space di Jl Kenanga memang terbatas untuk berjualan. Kalau ada yang kecewa, harap maklum," ujar Joko.

Banyak pedagang yang gagal mendapatkan tempat di Jl Kenanga kini menghadapi dilema. Sebagian mencoba mencari lokasi alternatif. Sementara yang lain terpaksa mundur.

Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik ekonomi Ramadan di Kota Blitar semakin besar. Sementara ruang bagi pedagang masih menjadi persoalan klasik yang belum terpecahkan. Di tengah antusiasme masyarakat, tantangan bagi pemerintah adalah bagaimana memastikan pemerataan akses bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya pada momen Ramadan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---