JATIMTIMES - Tiongkok masih mencatatkan dirinya sebagai negara asal barang yang masuk Jawa Timur (Jatim) yang terbesar selama Desember 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, dalam sebulan saja, pada Desember 2024 nilai impor nonmigas dari Tiongkok mencapai nilai sebesar USD 863,10 juta.
Tiongkok menjadi negara asal barang impor nonmigas Jatim terbesar, baik di antara negara-negara Asia maupun dunia, dengan peranan sebesar 37,55 persen. Artinya, 37,55 persen barang impor yang masuk ke Jatim pada Desember 2024 berasal dari Tiongkok.
Baca Juga : Update Negara Tujuan Ekspor Jatim, AS Pangsa Pasar Terbesar
Disusul berikutnya dari Hongkong dan Brasil yang memberikan kontribusi pada impor nonmigas masing-masing sebesar 6,93 persen dan 5,32 persen. Nilai impor nonmigas dari Hongkong sebesar USD 159,33 juta serta Brasil sebesar USD 122,30 juta.
BPS Jatim juga mencatat, kelompok negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditas nonmigas ke Jatim selama Desember 2024 yang mencapai USD 248,17 juta. "Nilai ini mengalami penurunan sebesar 3,61 persen dibanding bulan sebelumnya," papar BPS Jatim dalam laporan terbarunya, dikutip Rabu (19/2/2025).
Di kawasan ASEAN, Thailand menjadi negara utama asal impor nonmigas dengan nilai USD 62,17 juta atau sebesar 2,70 persen dari total impor nonmigas, diikuti Vietnam dengan nilai USD 53,15 juta dengan peranan sebesar 2,31 persen.
Sementara itu, nilai impor nonmigas yang berasal dari kelompok negara Uni Eropa bulan Desember 2024 mencapai USD 151,04 juta atau mengalami peningkatan sebesar 67,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Nilai impor nonmigas terbesar dari kawasan ini berasal dari Jerman yaitu mencapai USD 97,96 juta atau dengan peranan sebesar 4,26 persen. Selanjutnya diikuti impor dari Belanda dengan nilai mencapai USD 14,04 juta atau dengan berkontribusi sebesar 0,61 persen
Baca Juga : Sempat Dimassa, Pelajar di Kota Malang Ditahan Gegara Maling Toko, Dua Pelaku Buron
"Secara kumulatif selama Januari-Desember 2024, nilai impor nonmigas dari kelompok negara ASEAN mencapai USD 3.006,98 juta dan utamanya berasal dari Thailand dengan nilai mencapai USD 946,77 juta," jelas BPS Jatim.
Sedangkan nilai impor nonmigas dari kawasan Uni Eropa mencapai USD 1.596,37 juta dan utamanya berasal dari Jerman dengan nilai impor mencapai 445,01 juta.