JATIMTIMES - Misteri kasus mayat pria termutilasi di Jombang menemui titik terang. Dikabarkan, polisi berhasil menemukan identitas korban dan berhasil mengamankan pelakunya. Sebelumnya Satreskrim Polres Jombang merilis ciri-ciri korban berdasarkan hasil autopsi tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri. Sebab, sidik jari korban telah rusak sehingga tidak bisa terlacak identitas mayat termutilasi tersebut.
Ciri-ciri korban adalah berjenis kelami pria, berusia sekitar 15-25 tahun. Tinggi badan 156-160 cm, kulit sawo matang, dan rambut ikal hitam panjang 14 cm. Kemudian ciri-ciri khusus adalah adanya tahi lalat di dada dan pundak kiri, gigi nampak bogang pada rahang bawah kanan dan rahang atas kiri, paha dan kaki banyak rambut agak panjang, dan ukuran alas kaki antara nomor 36-37.
Baca Juga : Bengkel Motor di Kepanjen Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 200 Juta
Misteri mayat termutilasi ini akhirnya menemui titik terang. Beredar kabar bahwa korban berinisial AS, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang. Tidak hanya itu, polisi juga dikabarkan telah meringkus pelaku mutilasi berinisial EF (36), warga Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang.
Ketua RT setempat Warsono diminta menyaksikan kedatangan polisi menangkap EF di rumah mertuanya di Dusun Plosowedi, Desa Pologeneng, Rabu (19/02/2025). Pelaku ditangkap saat sedang tidur di kamar.
"Iya, (ditangkap) jam 07.30 pagi tadi," ujarnya saat diwawancarai JatimTIMES di rumahnya, Rabu (19/2/2025).
Menurut Warsono, selain menangkap EF, polisi juga mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Scoopy dan sebuah ponsel di rumah tersebut. "Yang dibawa tadi sepengetahuan saya tadi itu sepeda motor sama HP, sama pelakunya dibawa," terangnya.
Sementara, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan membenarkan adanya titik terang kabar terungkapnya identitas korban dan penangkapan pelaku. Saat ini, polisi sedang mengembangkan kasus tersebut.
"Alhamdulillah benar, saat ini sedang dikembangkan," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (19/02/2025).
Baca Juga : Khofifah Segera Jadwalkan Rakor Bersama Sekda dan Kepala Perangkat Daerah Usai Pelantikan
Diberitakan sebelumnya, mayat tanpa kepala ditemukan terlebih dulu oleh pencari ikan di saluran irigasi sawah Dusun Mireng, Desa Dukuharum, Megaluh pada Rabu (12/02/2025) pukul 12.00 WIB. Kondisinya tengkurap tanpa pakain dengan tubuh mulai membusuk.
Sekitar pukul 17.00 WIB, potongan kepala manusia ditemukan warga di bibir Sungai Konto Desa Pesantren, Tembelang. Potongan kepala dalam keadan membusuk dan rambut sudah mulai lepas.
Jarak penemuan mayat tanpa kepala dengan potongan kepala ini sekitar 5 Km dari lokasi. Pelaku diduga sengaja membuang potongan tubuh secara terpisah di dua tempat yang berbeda jauh.