JATIMTIMES – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar terus berinovasi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah program Jebol (Jemput Bola) pengambilan berkas di 22 kecamatan, yang menjadi bagian dari komitmen untuk mempermudah akses administrasi kependudukan bagi warga.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Tunggul Adi Wibowo, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari Salam Sak Jangkah, sebuah inisiatif yang memungkinkan pengurusan dokumen kependudukan dilakukan cukup dari desa. “Jebol pengambilan berkas ini juga merupakan salah satu inovasi kami. Dengan program ini, warga cukup menyerahkan berkas mereka ke kantor desa melalui petugas registrasi desa (PRD),” kata Tunggul, Selasa (18/2/2025).
Baca Juga : Wali Kota Blitar Santoso Paparkan LKPJ 2024: Ekonomi Tumbuh, IPM Naik
Setelah berkas diterima di desa, petugas registrasi akan melakukan input data melalui aplikasi yang telah disediakan oleh Dispendukcapil. Proses ini memungkinkan pemrosesan dokumen dilakukan secara elektronik tanpa harus datang langsung ke kantor Dispendukcapil. “Kami ingin memangkas hambatan dalam pengurusan dokumen kependudukan. Dengan pola ini, warga tidak perlu repot datang ke kantor kecamatan atau kabupaten,” tambahnya.
Program Jebol tidak hanya fokus pada pengambilan berkas, tetapi juga mencakup sosialisasi layanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada masyarakat. “Selain mengambil berkas dari petugas PRD, kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat agar mereka memahami pentingnya dokumen kependudukan dan cara mengurusnya dengan mudah,” ujar Tunggul.
Jenis berkas yang dikumpulkan pun cukup luas, mencakup berbagai dokumen kependudukan yang diajukan melalui desa, seperti kartu keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, serta perubahan data administrasi lainnya. Dengan sistem jemput bola ini, proses pengajuan dapat berjalan lebih cepat dan lebih tertata.
Dispendukcapil Kabupaten Blitar menjadwalkan kegiatan jemput bola ini sebagai agenda rutin setiap pekan. “Kami turun ke desa setiap hari Rabu dan Kamis. Sebagian tim bergerak di hari Rabu, sementara sebagian lainnya bertugas di hari Kamis. Ini agar pelayanan di TLA (Tempat Layanan Administrasi) dan kantor Dispendukcapil di Kanigoro tetap berjalan tanpa gangguan,” jelas Tunggul.
Komitmen untuk menyasar seluruh wilayah Kabupaten Blitar menjadi fokus utama program ini. Dengan cakupan 22 kecamatan, Dispendukcapil memastikan tidak ada warga yang mengalami kesulitan dalam mengakses layanan adminduk. “Kami ingin pelayanan adminduk lebih dekat dengan masyarakat, tidak ada lagi cerita warga kesulitan mengurus dokumen hanya karena keterbatasan jarak atau waktu,” kata Tunggul.
Inovasi jemput bola ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Dengan mendekatkan pelayanan ke desa-desa, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam pengurusan dokumen, tetapi juga kepastian bahwa setiap proses administrasi dilakukan dengan cepat dan transparan.
Baca Juga : Banyuwangi Kota Banjir, Pj Sekda Sebut Sistem Drainase Cukup Baik
Tunggul berharap, dengan program ini, kesadaran masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan semakin meningkat. “Kami ingin masyarakat sadar bahwa memiliki dokumen kependudukan yang lengkap itu penting. Dengan program jemput bola, kami memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam hal administrasi kependudukan,” ujarnya.
Ke depan, Dispendukcapil Kabupaten Blitar terus berupaya memperluas layanan berbasis digital agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan administrasi kependudukan dengan lebih mudah dan efisien. “Kami terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Jika ada cara yang lebih efektif untuk mempercepat layanan, kami pasti akan mengupayakannya,” tutup Tunggul.
Dengan inovasi Jebol, Kabupaten Blitar membuktikan bahwa pelayanan publik yang cepat, efisien, dan berbasis kebutuhan masyarakat bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang terus diwujudkan.