JATIMTIMES - Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur (Dinsos Jatim) memastikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Pegawai Tidak Tetap dengan Perjanjian Kerja (PTT-PK) alias pegawai honorer. Hal ini menjadi angin segar bagi para honorer seiring gencarnya efisiensi anggaran di instansi pemerintah.
Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani menjelaskan, kepastian tidak adanya PHK honorer di instansi yang dipimpinnya sesuai dengan arahan Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono. Novi bilang, Pj Gubernur Jatim berkomitmen untuk tidak memutus kontrak dengan para PTT-PK di lingkungan kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, terutama yang berkecimpung di bidang sosial.
Baca Juga : Harlah Rumah Sedekah NU ke-2 dan PP Manbaul Ulum Malang ke-4 Bertabur Kebahagian
Menurut Novi, pemutusan kontrak justru dapat menimbulkan masalah sosial baru. "Kalau pegawai kontrak diberhentikan, itu justru akan menimbulkan masalah sosial baru," kata mantan Pjs Wali Kota Surabaya itu melalui keterangan resmi, Sabtu (15/2/2025).
Kebijakan tak ada PHK ini bahkan telah diimplementasikan salah satunya melalui penandatanganan kontrak PTT-PK di Unit Pelaksana Teknis (UPT) wilayah timur, Jumat (14/2/2025) kemarin. Sebanyak 33 pegawai dari empat UPT di bawah naungan Dinsos Jatim mengikuti prosesi yang berlangsung di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jember.
Keempat UPT tersebut adalah UPT PSTW Banyuwangi, UPT PSTW Bondowoso, UPT PSTW Jember, serta UPT Pelayanan dan Perlindungan Sosial Asuhan Anak (PPSAA) Situbondo. Prosesi penandatanganan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinsos Jatim, Dra. Restu Novi Widiani MM didampingi Sekretaris Dinsos Jatim.
Selain itu, hadir pula Kepala UPT PSTW Banyuwangi yang juga menjabat sebagai Plt Kepala UPT PSTW Bondowoso, serta Kepala UPT PPSAA Situbondo yang merangkap sebagai Plt Kepala UPT PSTW Jember. Pejabat eselon IV dari Dinsos Jatim dan keempat UPT juga turut datang dalam kegiatan ini.
Novi memastikan, anggaran untuk gaji honorer telah dialokasikan. Jika terdapat efisiensi, hal tersebut tidak akan berdampak pada kesejahteraan para pegawai kontrak.
Ini juga disampaikan kepada para pegawai honorer yang baru saja menandatangani kontrak. "Jika ada efisiensi, kami akan berkomitmen untuk tidak menyentuh hak kalian," tegasnya.
Baca Juga : Persewangi Banyuwangi Tangguh Tak Terkalahkan, Unggul 2-1 Lawan Persema Malang
Sejalan dengan itu, Novi juga memberikan motivasi kepada para pegawai untuk terus bekerja dengan sepenuh hati dan penuh semangat, lebih-lebih dalam melayani penerima manfaat (PM).
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya efisiensi dalam pengeluaran, baik dalam operasional kantor maupun pengeluaran pribadi pegawai. Novi meminta pegawai untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan, menghindari pinjaman online, serta menerapkan pola hidup hemat, terutama dalam penggunaan fasilitas di lingkungan kerja.
"Mari kita mengatur pengeluaran sehemat mungkin. Jangan bermain pinjol dan usahakan untuk lebih efisien dalam pemakaian listrik dan air di kantor," urainya.