JATIMTIMES - Pasokan gas elpiji 3 kg di Kota Malang dipastikan aman dan lancar. Meskipun menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhita, sempat ada temuan gas dengan tabung melon sebutan tabung elpiji 3 kg itu langka di salah satu kecamatan.
Wanita cantik yang akrab disapa Mia ini mengatakan, temuan tersebut terjadi di Kecamatan Kedungkandang pada pekan lalu. Menurutnya, saat itu sejumlah masyarakat harus berburu tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kg hingga lintas kelurahan, meskipun masih dalam satu wilayah kecamatan.
Baca Juga : Kreatif, Ornamen Rumah Adat Hiasi Lapak Pedagang Pasar Induk Kota Batu
"Tapi itu hanya berlangsung 2-3 hari ketika gaduh-gaduh di awal. Tapi selanjutnya sampai dengan hari ini koordinasi berlangsung itu sudah lancar kembali," jelas Mia.
Mia mengatakan, sampai saat ini distribusi LPG berlabel 'untuk masyarakat miskin' itu terbilang dalam kondisi yang aman dan lancar. Kekosongan yang pekan lalu terjadi pun hanya ditemui di satu kecamatan saja.
"Kemarin sempat kosong di pangkalan, kemudian di pengecer juga sulit sampai harus lintas kelurahan. Tapi kalau di 4 kecamatan yang lainnya relatif stabil," kata Mia.
Kelancaran pasokan LPG 3 kg ini juga ia pastikan saat melakukan koordinasi dengan Pertamina Fuel Malang, Jumat (14/2/2025). Pada kesempatan tersebut ia juga sempat meninjau proses distribusi di salah satu pangkalan resmi yang ada di Kelurahan Mergosono.
Mia pun mengatakan, pemantauan nantinya juga akan terus dilakukan. Termasuk dalam waktu menjelang Bulan Ramadan mendatang. Sebagai informasi, untuk Kota Malang, Pertamina menyediakan pasokan LPG 3 kg sebanyak 34 ribu metric ton.
"Pastinya dipantau terus. Karena ini kan dalam satu tahun ini itu kan dinamika itu agak lumayan banyak faktor lah. Jadi pasti kami akan memantau bersama dengan komisi dan teman-teman lainnya," kata Mia.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Polisi Pantau Harga Kebutuhan Bahan Pokok Penting di Pasar Tradisional dan Modern
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji mengatakan, lawatannya ke Pertamina Fuel Malang tersebut juga dalam rangka memastikan kesiapan pasokan LPG 3 Kg jelang Ramadan. Ia memastikan, menyambut Ramadan mendatang pasokan LPG melon ini akan ditambah sebesar 4 persen.
"Artinya dengan kondisi nanti setiap tahun pasti naik 4 persen di Ramadan. Pasti nanti akan disampaikan secara angka, jika terjadi defisit," kata Bayu.
Agar hal tersebut tak mengganggu pemenuhan kebutuhan LPG 3 kg di Kota Malang, pihaknya juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dengan melibatkan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Termasuk adanya kemungkinan penambahan pasokan. "Tapi tetap baik bulan per bulan, day per day-nya kita kawali sendiri," pungkas Bayu.