free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Kreatif, Ornamen Rumah Adat Hiasi Lapak Pedagang Pasar Induk Kota Batu

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

14 - Feb - 2025, 17:48

Loading Placeholder
Suasana Zona Kuliner Pasar Induk Among Tani Kota Batu dengan di atas lapak terdapat hiasan ornamen rumah adat. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemandangan yang cukup menarik tersaji saat datang di Zona Kuliner Pasar Induk Among Tani Kota Batu. 

Di situ ada ornamen rumah adat  Nusantara menghiasi atap lapak penjual kuliner di sana. Mulai dari rumah Joglo dari Jawa Timur, rumah Gadang dari Minangkabau  Sumatera Barat, rumah Krong Bad dari Aceh, rumah Bolon dari Provinsi Sumatera Utara, hingga rumah Toraja dari Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Polisi Pantau Harga Kebutuhan Bahan Pokok Penting di Pasar Tradisional dan Modern

Hiasan itu cukup membuat penampilan lapak lebih menarik dan bersih. Ornamen yang menhiasi lapak pedagang,  memang sengaja dibuat agar pengunjung, khususnya wisatawan, tertarik dan betah menikmati kuliner yang ada di sana.

“Karena biasanya ada yang taruh tempat tisu, kain dan sebagainya di atas stan. Jadi, orang  lihat nggak rapi,” ungkap Ketua PKL Sae Raos Santoso, Kinun.

Pemajangan ornamen itu upaya membuat ikonik agar stan mereka terlihat menarik dan bersih. Sehingga saat pengunjung datang, punya image baik kepada pedagang di sana.

“Karena kami ingin memberikan image bagus ke pengunjung dengan cara ini. Ini cara kami juga untuk menjaga kebersihan dengan lebih menarik,” imbuh Kinun, Jumat (14/2/2025).

Selain itu,  adanya ornamen tersebut membuat lapak punya ciri khas. Apalagi pedagang mengeluarkan anggaran swadaya untuk bisa mewujudkan ornamen yang menarik.

“Supaya punya ciri khas, karena food court ini juga sudah dikenal masyarakat dari luar daerah. Jadi, kami ingin memberikan image kepada pengunjung yang baik,” terang Kinun.

Terlebih saat ini banyak wisatawan yang berkunjung ke Pasar Induk Among Tani. Entah hanya sekadar jalan-jalan atau menikmati kuliner.

Baca Juga : Pastikan Berproses, Pj Wali Kota Malang Paparkan Penanganan Banjir dan DED Pasar Besar ke Bappenas

“Kalau akhir pekan seperti Jumat-Sabtu-Minggu, mayoritas pengunjung dari luar kota. Alhamdulillah semakin ramai," tambah Kinun.

Selain itu, pedagang ingin memberikan edukasi bagi pengunjung, khususnya para pelajar. Menurut Kinun, pelajar saat ini kurang mengenal macam macam rumah adat Nusantara. Karena itu, hiasan pada Zona Kuliner tersebut untuk mengenalkan gambaran rumah adat di Indonesia.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Sheila Iga, mengaku takjub dengan kreasi dari pedagang. Dia menilai cara tersebut memberikan penilaian positif tersendiri.

“Inovatif ya kalau menurut saya, ketika datang disambut dengan hiasan yang mentik. Dan jatuhnya jadi terlihat bersih juga,” terang Sheil.

Untuk diketahui, kuliner yang disuguhkan ada beragam mulai dari makanan dan minuman serta kudapan. Mulai dari yang tradisional hingga modern. Ada bakso, mi ayam, gado-gado, lalapan, nasi empok, tahu campur, lontong kikil, rawon, dan soto. Minumannya ada beragam es yang menyegarkan tenggorokan, hingga wedang jahe yang menghangatkan serta es boba dan banyak yang lainnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

--- Iklan Sponsor ---