free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Banyak Penderita HIV Dijauhkan dari Pergaulan Sosial, Begini Kata dr Danny Rivaldi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

24 - Nov - 2024, 18:34

Loading Placeholder
dr Danny Rivaldi, dokter klinik STIE Malangkucecwara (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Kerap ditemui penderita HIV/AIDS seringkali dijauhi dari pergaulan sosial. Padahal, tindakan tersebut adalah keliru. Hal ini ditegaskan oleh dokter Danny Rivaldi, dokter klinik STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Malangkucecwara.

Menurutnya, orang dengan HIV harusnya diberikan support penuh dan bukan malah menjauhinya. Sebab dengan perlakuan itu, malah akan memperburuk kondisi penderita HIV. "Jangan dijauhi, karena orang dengan HIV itu rentan Mental Breakdown," tuturnya.

Baca Juga : Pentingnya Deteksi Dini Diabetes Tipe 1 pada Anak, Menkes Budi Tekankan Screening Nasional

Mental Breakdown sendiri merupakan kondisi stress berat yang membuat seseorang kesulitan untuk menjalankan aktivitas seperti biasa. Ketika seseorang penderita HIV mengalami Mental Breakdown, maka malah akan memperburuk kondisinya.

"Maka harus disemangati. Terus disupport untuk melakukan pengobatan berkelanjutan. Rata-rata pasien HIV itu pasrah, pengobatan putus ditengah jalan dan kemudian kondisinya semakin memburuk," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa dalam pemahaman tentang HIV/ AIDS, dikalangan masyarakat masih banyak yang kurang tepat. Alhasil, itu memengaruhi masyarakat dalam memandang penderita HIV/AIDS, seperti pemberian stigma negatif yang berlebihan.

Kongkritnya, banyak mereka yang menjauhi pasien HIV karena menganggap dapat langsung tertular. 
Padahal, ditegaskan dr Danny faktanya tidaklah demikian. Penularan HIV melalui beberapa hal, yakno cairan tubuh, darah, maupun penularan dari ibu ke bayi. Selain itu, penularan dapat juga terjadi melalui jarum suntik.

"Misalnya mengunakan jarum suntik bergantian, proses tato yang tidak steril sangat beresiko. Selain itu, misalnya sentuhan keringat, berjabat tangan, sharing makanan, sharing tempat tinggal, sharing barang atau alat makanan tidak menularkan HIV," katanya.

Lebih lanjut, ketika seseorang mengidap HIV, maka tanpa pemeriksaan lebih lanjut, virus ini akan sulit untuk diketahui. Terlebih, HIV sendiri tidak menunjukkan  gejala atau bahkan gejalanya sama dengan sakit pada umumnya. Virus HIV akan terus berkembang dalam tubuh dan akan mulai terasa dampaknya setelah beberapa tahun kedepan.

Baca Juga : KA Matarmaja Tertemper Sepeda Motor, Dua Orang Luka Berat

"Jika termasuk salah satu golongan beresiko tinggi, atau berperilaku yang beresiko tinggi, segera lakukan pengecekan untuk dapat segera dilakukan tindakan lebih lanjut," terangnya.

Sementara itu, untuk mereka yang rentan tertular HIV, mereka yang melakukan seks bebas dan seringkali bertukar pasangan menjadi sangat rentan terkena penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya ini.

Kemudian, sangat beresiko untuk mereka yang berhubungan homoseksual, dibandingkan hubungan heteroseksual. "Karena anatomi tubuh memungkinkan virus HIV masuk lewat anogenital lebih memudahkan. Selain itu, mereka pemakai narkoba bergantian jarum suntik, kemudian tato yang tidak steril," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---