JATIMTIMES - Pasangan Calon (Paslon) Bupati - Wakil Bupati Malang nomor urut 1 HM. Sanusi - Lathifah Shohib (Salaf) bakal memfasilitasi pemasaran hingga permodalan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Komitmen tersebut disampaikan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang Lathifah Shohib, saat melakukan pertemuan dengan para penggiat UMKM se-Kecamatan Wonosari pada Sabtu (19/10/2024).
Baca Juga : DPU Bina Marga Jatim Jajal Asbuton PG70 untuk Pengaspalan Jalan di Surabaya
"UMKM minta supaya bisa diberi kesempatan lagi untuk mengisi produknya di Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Malang), supaya produk mereka bisa dikenal dan pemasarannya lebih meluas," ujar politisi yang karib disapa Nyai Lathifah ini, saat ditemui JatimTIMES usai menghadiri agenda kampanye yang berlangsung di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang tersebut.
Selain di bidang pemasaran, disampaikan Lathifah, aspirasi dari para penggiat UMKM juga berkaitan dengan permodalan. Menanggapi sejumlah aspirasi tersebut, Nyai Lathifah mengaku telah mempersiapkan beragam solusi.
Di antaranya dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang keuangan maupun perbankan. "Sehingga mereka akan mendapatkan penjelasan terkait dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk para pelaku UMKM di Kabupaten Malang secara keseluruhan," ujar Nyai Lathifah.
Pada tahap awal, disampaikan Nyai Lathifah, Paslon Salaf bakal menjadikan Kecamatan Wonosari sebagai pilot project. "Karena gregetnya (semangat) masyarakat Wonosari dalam melakukan usaha sektor UMKM itu tinggi," imbuhnya.
Jika proyek percontohan di Kecamatan Wonosari telah berjalan, lanjut Nyai Lathifah, nantinya akan dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Malang. "Terutama untuk ibu-ibu, jadi selain mereka melakukan pekerjaan rumah tangga, mereka juga bisa melakukan kegiatan yang produktif," ujarnya.
Baca Juga : Konsep Smart City ala Mas Ibin dan Mbak Elim: Solusi Inovatif untuk Pelayanan Publik di Kota Blitar
Dalam realisasinya, para kalangan perempuan tersebut akan diberikan pembinaan dan pelatihan sesuai dengan passion masing-masing. Diharapkan, dengan adanya pemberdayaan perempuan di sektor UMKM tersebut, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Minimal bisa mencukupi keperluan dirinya sendiri, karena perempuan ke depan itu kebutuhannya semakin besar," pungkas Nyai Lathifah.