JATIMTIMES - Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono optimis bahwa perekonomian di Jawa Timur akan terus membaik di triwulan akhir menuju penghujung 2024 ini. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan konsultasi regional penyusunan PDRB se Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabalnusra), Kamis (10/10/2024).
Adhy mengatakan bahwa melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se Jabalnusra bermaksud untuk menyamakan persepsi terkait penyusunan PDRB yang baik.
Baca Juga : Rektor UIN Malang dan Jajaran Kunjungan Kerja Internasional, Desain Kampus 3 Dapat Pujian SFD
"Istilahna kita membersamakan persepsi untuk mencari kriteria, indikator, hal-hal yang menjadi potret untuk menyusun PDRB yang baik. Dan real sesuai kondisi setiap provinsi," ujar Adhy usai membuka kegiatan.
Sebab menurutnya, PDRB menjadi salah satu parameter terkait tingkat pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia, termasuk di tingkat provinsi Jawa Timur. Untuk itulah perlu dilakukan pemetaan dan memotret indikator di setiap daerah dari tingkat terendah dengan detil.
"Maka dari itu kita bersama Bank Indonesia, BPS dan semua teman-teman Bappeda berusaha menemukan persoalan dalam menemukan analisis perhitungan ekonomi kita," jelas Adhy.
Dirinya menjelaskan bahwa saat ini, Pemprov Jawa Timur tengah berkonsentrasi untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Tujuannya, agar hal itu dapat berimbas pada bertumbuhnya perekonomian ke arah yang lebih baik di setiap waktunya.
"Serta kuta bahas fluktuasi di lapangan tekait inflasi, menghitung kembali dan berupaya mencaei terbosoan langkah2 untuk.memperkuat sektor itu di Indonesia," jelas Adhy.
Baca Juga : Bakesbangpol Kota Blitar Dorong Partisipasi Difabel Maksimal dalam Pilkada 2024
Terlebih menurutnya, setidaknya ada sebanyak 3 sektor yang berencana untuk dioptimalkan. Yakni dari sektor perdagangan, pertanian dan sektor pariwisata. "Konsentrasi kita adalah mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi di sektor perdagangan, pertanian dan pariwisata," imbuhnya.
Saat ini, dari catatannnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mampu mennjadi yang tertinggi se Pulau Jawa. Hal tersebut ternyata juga memberikan sumbangsih hingga sebesar 14,3 persen untuk tingkat nasional dan sebesar 25,4 persen untuk Pulau Jawa.
"Ini kita ditopang oleh industri manufaktur yang sudah 30 persen, tentu sektor lain yang terus berkembang," pungkasnya.