JATIMTIMES - 1 Oktober bukan hanya menjadi Hari Kesaktian Pancasila, melainkan juga peringatan dua tahun Tragedi Kanjuruhan. Peristiwa memilukan dua tahun lalu itu embuat kurang lebih 135 nyawa melayang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Arema FC sendiri sebagai tim yang terlibat saat itu akan memberi penghormatan besar bagi para korban. Mereka bersama warga sekitar Kandang Singa dan seluruh komponen Aremania menggelar acara tahlil dan doa bersama. Rencananya, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan operator kompetisi Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI.
Baca Juga : Waspadai Kerawanan Pilkada, Polres Batu Masifkan Sambang Desa Polisi RW
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar mengenang para korban. Melainkan juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat sepak bola Indonesia.
“Kami ingin menjadikan momen ini sebagai titik balik bagi sepak bola Indonesia. Kita semua harus belajar dari tragedi ini dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih aman dan bermartabat,” ujar Yusrinal.
Pria yang akrab disapa Inal itu mengaku selain acara tahlil dan doa bersama yang digelar oleh Arema FC, Presidium Aremania juga menggelar sebuah kegiatan. Yakni menyelenggarakan Munajat Akbar bersama keluarga korban di Stadion Kanjuruhan.
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, semangat persatuan dan kesolidaran di antara seluruh pecinta sepak bola Indonesia semakin kuat. Kita harus terus berjuang bersama-sama untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang lebih baik,” tambah Inal.
Baca Juga : Merawat Memori lewat Pameran Tragedi Kanjuruhan: Dari Lukisan, Foto, hingga Puing-Puing Stadion
Ditambahkan, sebagai klub yang turut terdampak langsung oleh tragedi Kanjuruhan, Arema FC berkomitmen untuk terus berbenah dan belajar dari peristiwa pahit tersebut. Inal pun menyadari bahwa seluruh komponen sepak bola, termasuk klub, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan keselamatan penonton. Dengan kembali berhomebase di Stadion Kanjuruhan akhir tahun ini, Arema FC siap untuk bersinergi dengan pihak lain dalam menerapkan standar keamanan yang lebih baik.
“Kami mengajak semua pihak, termasuk keluarga korban, Aremania, pemerintah, federasi, dan operator liga, untuk bersatu dan berkomitmen dalam menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan nyaman. Kolaborasi yang erat adalah kunci untuk mencegah terulangnya tragedi serupa,” ajak Inal.