JATIMTIMES - Anggota Komisi VII DPR RI M. Ridwan Hisjam menyebut, sekitar 8 persen wilayah di Indonesia belum teraliri listrik PLN. Diketahui, Papua mendominasi wilayah yang belum teraliri listrik PLN tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ridwan Hisjam saat menghadiri serangkaian agenda sosialisasi program bantuan kepada masyarakat subsektor ketenagalistrikan, Senin (30/9/2024). Pada agenda yang berlangsung di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang tersebut sekaligus dilangsungkan agenda penyalaan pertama program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Baca Juga : Musim Pancaroba di Wilayah Jawa Timur Terjadi Mulai Oktober 2024
"Jadi ini salah satu program yang dibuat di periode pemerintahan (Presiden) Pak Jokowi, yakni Indonesia Maju yang dimulai tahun 2022," ujar Ridwan Hisjam saat ditemui JatimTIMES disela berlangsungnya agenda program BPBL.
Guna mewujudkan program Indonesia Maju itulah, yang pada akhirnya pemerintah merealisasikan program BPBL. "Karena dalam proses Indonesia Maju itu salah satunya kita harus memasuki digitalisasi. Sehingga butuh energi terutama listrik, dan itu harus merata seluruh Indonesia," ujarnya.
Namun, hingga menjelang masa berakhirnya kepemimpinan Jokowi, belum semua wilayah di Indonesia teraliri listrik PLN. Sehingga, program tersebut diwacanakan akan dilanjutkan di pemerintahan presiden terpilih, Prabowo Subianto.
"Kita belum bisa 100 persen, se-Indonesia baru 92 persen. Jadi memang masih kurang 8 persen. Tapi itu banyak, kan dari sekian juta. Maka ada program ini (BPBL) yang sudah berjalan tiga tahun mulai 2022, 2023, 2024," ujarnya.
Melalui program BPBL tersebut, diharapkan di tahun 2025 telah 100 persen wilayah Indonesia telah teraliri listrik PLN. "Kami juga beri bantuan mulai dari pasang baru termasuk token-nya, isi pulsanya, termasuk lampu dan alat-alatnya semuanya," bebernya.
Dijabarkan Ridwan Hisjam, 8 persen wilayah di Indonesia yang belum teraliri listrik PLN tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Di mana, Papua menjadi wilayah yang mendominasi.
"Di seluruh Indonesia, Papua paling banyak yang belum teraliri. Tapi di Jawa Timur juga belum 100 persen. Padahal di Jawa Timur inikan kelebihan energi, kita punya Paiton itu ada delapan tower," tuturnya.
Ridwan Hisjam menyebut, melimpahnya pasokan sumber listrik di Paiton tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan di Jawa-Bali. Sehingga di Jawa Timur sendiri masih ada sebagian wilayah yang belum teraliri listrik PLN.
Baca Juga : King Abdi Laporkan Pemilik Akun Usai Review Negatif ke Polresta Malang Kota, Ini Alasannya
"Masih kurang, bukan tidak bisa dialiri (listrik), tapi penduduknya lokasinya ada yang di pulau-pulau biasanya. Sehingga jaringan akan sulit," ujarnya.
Guna mengatasi permasalah tersebut, disampaikan Ridwan Hisjam, pemerintah telah mempersiapkan sejumlah opsi. Di antaranya memanfaatkan energi terbarukan.
"(Penduduk di pulau-pulau) itu bisa dijangkau dengan energi terbarukan, yaitu pakai tenaga surya. Kalau itu sudah bisa, maka bisa 100 persen," ujarnya.
Ditemui di saat bersamaan, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyebut, mayoritas penduduk di Kabupaten Malang telah terfasilitasi aliran listrik PLN. Di mana, pada setiap tahunnya sejumlah rumah di Kabupaten Malang juga telah mendapatkan fasilitas program BPBL.
"Di Kabupaten Malang ada 3.552 rumah tangga di 29 kecamatan (penerima program BPBL) di tahun ini saja, namun sebelumnya juga sudah ada," pungkas Didik kepada JatimTIMES.