free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Bina Marga Keruk Sedimen, Antisipasi Sampah Pemicu Musibah Material Jembatan Sutojayan Hanyut

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

15 - Oct - 2024, 19:27

Loading Placeholder
Petugas operasional ekskavator saat melakukan pengerukan sedimen sungai guna mengantisipasi musibah dampak cuaca ekstrem yang mengakibatkan material proyek jembatan di Sutojayan, Pakisaji hanyut lantaran dipicu adanya kiriman sampah.

JATIMTIMES - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang melakukan pengerukan sedimen Sungai Sukun, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi musibah susulan dampak cuaca ekstrem yang sempat mengakibatkan material Jembatan Sutojayan-Pakisaji hanyut pada beberapa waktu lalu.

"Kami langsung lakukan pembersihan sisa-sisa material di lokasi supaya tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan, dan dilakukan pengerukan sedimen pada aliran irigasi pengairan," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma.

Baca Juga : Gelar Konsolidasi, Ratusan Kader Banteng Siap Menangkan Paslon Vinanda-Gus Qowim 

 

Sebagaimana diberitakan, material Jembatan Sutojayan-Pakisaji sempat hanyut terbawa debit air Sungai Sukun yang naik akibat cuaca ekstrem, Selasa (24/9/2024). Sehari setelahnya, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang langsung melakukan penanganan di lokasi proyek jembatan.

Di sisi lain, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas proyek juga memastikan rehab jembatan tetap dilangsungkan. Pada penanganan awal tersebut, dilakukan serangkaian tahapan pemasangan bekisting ulang.

"Pelaksanaan pemasangan bekisting ulang oleh pihak penyedia tersebut dimulai dengan pemasangan bouwplank (pemasangan papan) elevasi ketinggian balok lantai jembatan," jelas pejabat publik yang  karib disapa Oong ini.

Kondisi Sungai Sukun yang mengalir di Desa Sutojayan sebelum proyek rehab dilaksanakan.

Sekedar diketahui, pada tahap awal pembangunan ulang bekisting tersebut, sebelumnya juga telah dilakukan pengerukan sedimen sungai. Dari pantauan JatimTIMES, sehari setelah musibah material proyek jembatan hanyut, sampah kiriman dari luar wilayah Kabupaten Malang masih berdatangan. Bahkan juga terlihat kasur bekas yang hanyut di tumpukan sampah.

Kondisi memprihatinkan itulah yang mendasari Dinas PU Bina Marga melakukan pengerukan sedimen guna mengantisipasi musibah susulan. "Pengerukan sedimen di area sungai dengan alat berat," imbuhnya.

Sekedar informasi, kondisi eksisting konstruksi abutmen pasangan batu bata rollag sebelumnya kurang memadai lantaran tergerus air. Sebelumnya, spesifikasi jembatan yang kini di rehab tersebut memiliki lebar 3,7 meter, bentang 5 meter, dan rong atau lebar efektif 5 meter.

Baca Juga : Pengemudi Truk Muatan Gelondongan Kayu Hilang Kendali, Tabrak Sepeda Motor 

 

Sementara itu, pada 8 Juli 2024 jembatan di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang dilangsungkan. Penanganan rehab jembatan tersebut pada konstruksinya menggunakan pondasi telapak beton, abutmen pasangan batu dengan balok, kolom, dan plat balok bertulang.

"Rencana penanganan rehab tersebut nantinya memiliki lebar 5,5 meter, bentang 10 meter, dan rong 8,6 meter," pungkas Oong.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---