JATIMTIMES - Suasana gayeng tapi serius terjadi di Balai Seduh untuk dialog dan klarifikasi terkait adanya oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengobok-obok pemerintahan desa di wilayah Gondang, Kabupaten Tulungagung.
Oknum LSM yang diketahui berinitial BC, menjadi bahasan hangat lantaran dalam aksinya ia mencatut foto yang tidak ada kaitannya dengan aktivitas LSM itu sendiri.
Baca Juga : Ratusan Pendaftar CPNS 2024 Kota Blitar Gagal Lanjut, 278 Orang Tidak Lengkapi Berkas
Advokat asal Ngajuk, Teguh Ariyanton SH, MH, yang turut hadir memberikan klarifikasi atas ulah LSM yang telah menyeretnya karena adanya foto yang disebar ke para Kades untuk meminta uang.
Ironisnya, LSM yang mengatasnamakan KPK Nasional ini juga menakut-nakuti akan melakukan audit ke desa di Gondang. Bahkan, oknum LSM berinitial BC ini juga mengaku telah bekerjasama dengan Polda Jatim dan APH lainnya.
Teguh Aryanto yang didampingi oleh kuasa hukumnya dari Peradin, Dr Eko Widodo A.Md, S.Sos, SH, MH mempertegas kalau dirinya bukan bagian dari LSM KPK Nasional.
"Saya ini bukan anggota LSM KPK Nasional, dan saya ini murni pembantu warga dan saya adalah advokat," kata Teguh Ariyanto, Rabu (11/09/2024).
Ia kemudian menceritakan, bahwa poto itu diambil pada Januari 2023, saat mendapat permintaan kliennya untuk memediasi soal gugatan cerai di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Paska mediasi, tiba tiba ada oknum yang diketahui bernama 'Budi Copet' (BC-Red) dan teman lainnya mengajak Teguh berpoto bareng di Kelurahan Kedunglurah, Trenggalek. Namun, pada saat itu, pria berperawakan kalem ini tak sedikut pun ada pikiran jelek ketika diajak foto bareng.
"Bahkan yang mengambil gambar istri saya sendiri, jadi saya tidak ada pikiran jelek bahwa foto saya akan digunakan untuk kegiatan yang seperti ini," ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai advokat Teguh juga tidak berafiliasi dengan LSM dan tidak pernah turun ke desa-desa seperti yang dilakukan BC.
"Secara logika saya tak mungkin bakal turun ke desa-desa melakukan perbuatan itu," imbuhnya.
Akibat ulah BC, foto teguh menjadi viral dan banyak rekan sejawat menghubungi untuk memastikan apakah benar ia bagian dari LSM yang digunakan oleh terduga pelaku BC ini.
"Teman-teman saya telpon, menanyakan apakah saya bagian dari LSM itu, tentu saya jawab bukan," tuturnya.
Selain untuk klarifikasi, Teguh juga berharap media online yang menggunakan foto itu agar meluruskan.
Baca Juga : Statistik Pelamar CPNS 2024 Usai Pendaftaran Ditutup
"Sejatinya kita juga siapkan laporan adanya dugaan pelanggaran ITE, namun setelah jelas dalam klarifikasi ini maka kita memahami dan meminta hak jawab," terangnya.
Bahkan, bagi para Kades yang dirugikan oleh ulah BC menurut Teguh dapat dilaporkan ke pihak berwajib.
Sementara Eko Widodo meyampaikan, dalam hal ini rekannya itu jelas telah dirugikan dan melihat kronologis, yakni masalah tersebut sudah bisa masuk dalam ranah hukum. Namun, dari hasil pertemuan, pria yang terlihat wibawa lebih memilih hal bijak, yakni dengan jalan damai.
"Dengan pertemuan itu tadi, pak Kapolsek menyampaikan kearifan lokal, saya pikir kita selesaikan damai-damai sajalah," jelas Eko Widodo saat mendapingi Teguh Ariyanto penuh bijak.
Eko Widodo juga menjelaskan, terkait Budi Copet selaku oknum pengirim poto ke kades dalam dugaan upaya pemerasan, semua kembali pada kades yang bersangkutan.
"Kalau terkait Budi Copet itu kan kembali pada pihak kepala desa, monggo. Tapi saran saya, pembelajaran dan penyelamatan dari para kepala desa agar tidak diteror atau ditakut-takuti, bisa jadi dilaporkan saja," ungkapnya.
Sementara itu, Muhni yang fotonya ikut dalam cover pemberitaan ini mengaku berencana melaporkan BC ke pihak kepolisian.
"Iya kita laporkan setelah klarifikasi ini," jelasnya.
Saat ini pihak Polsek Gondang belum menerima laporan baik dari Kades atau pihak yang fotonya dicatut oleh BS.
Polisi akan melakukan tindakan jika laporan telah diterima oleh korban ulah oknum LSM yang telah meresahkan pihak Pemdes di wilayah Kecamatan Gondang ini.