JATIMTIMES - Para pedagang kaki lima yang ada di sekitar proyek pembangunan perbaikan akses jalan penghubung Gondanglegi-Balekambang mengaku legawa untuk pindah. Alasannya, area yang selama ini dijadikan untuk lahan jualan memang milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
"Sudah diberi tahu para camat, mereka (pedagang kaki lima) bersedia. Tidak ada kompensasi, karena ini kan lahan milik Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang, PU SDA (Pekerjaan Umum Sumber Daya Air)," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma kepada JatimTIMES, saat ditemui di sela-sela mendampingi giat peninjauan Bupati Malang HM. Sanusi di area jalan penghubung Gondanglegi-Balekambang, Rabu (4/9/2024).
Baca Juga : Bupati Sanusi Resmikan Poli Eksekutif RSUD Lawang
Ditemui di saat bersamaan, Camat Gondanglegi A. Muwassi Arif membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk para pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan proyek pembangunan perbaikan jalan Gondanglegi-Balekambang.
"Sudah dikasih tahu sebelum adanya rencana pelebaran jalan. Dan mereka sudah menyadari ini bukan tanah mereka. Mereka sudah siap. Ini tadi juga kami tanya kepada beberapa pedagang, siap pindah," ucap Arif.
Saat dilakukan sosialisasi, para pedagang menyadari lahan yang selama ini dijadikan lokasi berjualan bukan milik mereka. Sehingga para pedagang, khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Gondanglegi, memilih legowo untuk tidak lagi berjualan di kawasan yang kini sedang dilangsungkan proyek pembangunan perbaikan jalan Gondanglegi-Balekambang tersebut.
"Saat dibangun, ya pindah. Menyesuaikan nanti waktu proses pelebaran," imbuhnya.
Total proyek pembangunan perbaikan jalan Gondanglegi-Balekambang tersebut sepanjang 31 kilometer. Sekitar 1 kilometer di antaranya berada di wilayah Kecamatan Gondanglegi.
"Yang di sini (Kecamatan Gondanglegi) cuma sedikit, tidak sampai 1 kilometer, sepertinya kurang lebih 500-an meter. Di wilayah lain kemungkinan juga ada (yang diminta pindah), tapi wewenang camat setempat," ujarnya.
Baca Juga : Bedak PKL Jalan Sultan Agung Kota Batu Terancam Digusur, Pedagang Keluhkan Belum Ada Solusi Relokasi
Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Gondanglegi, ada sekitar 10 pedagang kaki lima yang terdampak proyek pembangunan perbaikan jalan Gondanglegi-Balekambang. Selain pedagang kaki lima, sejumlah toko juga turut terdampak.
"Di wilayah kami (Kecamatan Gondanglegi) sekitar 10 (pedagang), yang toko hanya dua yang terkena pembebasan (lahan) karena adanya pelebaran dan sudah dibayar semua. Sudah selesai," pungkas Arif.
Sebagaimana diberitakan, Bupati Malang HM. Sanusi beserta rombongan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melakukan peninjauan pengerjaan proyek pembangunan perbaikan jalan Gondanglegi-Balekambang, Rabu (4/9/2024). Dari hasil peninjauan tersebut, pelebaran proyek pembangunan perbaikan jalan Gondanglegi-Balekambang mencapai sekitar 13-15 meter. Sehingga ada beberapa lahan yang selama ini digunakan pedagang kaki lima liar yang turut terdampak.