JATIMTIMES - Duet Heri Iswanto (26) dan Surya Adi Putra (16) berhasil mempersembahkan medali emas bagi Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024. Pasangan ini tampil terbaik pada cabor barongsai kategori halang rintang.
Hasil ini diraih bukan tanpa perjuangan. Baik Heri Iswanto maupun Surya Adi Putra sama-sama berlatih keras sejak jauh-jauh hari demi menuntaskan target medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024. Baik fisik maupun mental, mereka terus digembleng dari hari ke hari.
Baca Juga : Kalahkan Sulsel 58-35, Tim Basket Putri Jatim Incar Kemenangan Ketiga
Dari latihan itulah, pasangan Heri Iswanto dan Surya Adi Putra tak gentar ketika harus mengulang lomba di Martial Arts Arena, Sports Center, Desa Sena, Deli Serdang, Rabu (4/9/2024). Seperti diberitakan sebelumnya, perlombaan kategori halang rintang sempat diwarnai protes dari tiga kontingen.
Tim DKI Jakarta, DI Aceh, dan Sumut mengajukan keberatan atas penilaian dewan juri dari lomba yang sudah terlaksana. Protes itu akhirnya diterima dewan juri.
Hal itu membuat catatan waktu yang diperoleh Aceh dan Jakarta menjadi sama dengan Jatim yakni 29 detik. Sementara Sumut 33 detik. Alhasil, perlombaan diulang melibatkan 3 kontingen yang memiliki nilai sama, yakni Jatim, DKI Jakarta, dan DI Aceh.
Pada pengulangan lomba ini, Jatim memastikan kemenangan dengan hasil ketat. Jatim mencatatkan waktu 28 detik, DKI Jakarta 29 detik, sedangkan Aceh 44 detik (ditambah kesalahan). Catatan waktu itu membuat Jatim meraih emas.
Ketatnya perlombaan ini diakui Heri Iswanto. Namun hal itu sudah diantisipasi sebelumnya. "Agak ketat, cuma kita optimistis aja karena latihan selama ini sangat keras, dan membuat kita optimistis akan bisa meraih prestasi di PON ini," kata Heri Iswanto.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ketika berlatih bersama Surya, pernah mencatatkan waktu terbaik 25 detik. Catatan waktu itu membuatnya yakin bisa melakukan hal yang sama kendati sedikit grogi.
"Selama latihan, kami terus mengulang gerakan yang dipertandingkan ini. Waktu terbaik 25 detik tak bisa kami dapat, faktor grogi mungkin," ucap Heru Iswanto didampingi Surya Adi Putra.
Baca Juga : Umat Katolik Malang Berangkat ke Jakarta Ikuti Misa Akbar Paus Fransiskus
Sementara itu, pelatih barongsai Jatim Chriswanto Agus Hariono mengatakan, para atlet dipersiapkan secara maksimal untuk meraih hasil terbaik.
"Kita berusaha maksimal ya karena kebetulan mereka ini bukan dari Surabaya aja. Mereka dari Madiun, Tuban, Surabaya. Terima kasih pada KONI Jawa Timur yang memberikan kepercayaan kepada kami. Juga terima kasih FOBI Jawa Timur," katanya.
Mulai menggelar latihan awal Januari, tim pelatih fokus menggeber performa fisik atlet mulai Juli hingga Agustus demi meraih hasil terbaik. "Juli-Agustus, fokus di fisik, karena butuh ketahanan fisik yang sangat besar. Ini (emas) target kita dari awal," ujarnya.