free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Serba Serbi

Jenis Sayuran yang Tidak Boleh Dikonsumsi secara Mentah, Dampaknya Membahayakan Pencernaan

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Sep - 2024, 17:40

Loading Placeholder
Ilustrasi sayuran. (Foto dari iStock)

JATIMTIMES - Memasak sayuran kerap dikaitkan dengan pengurangan nutrisi pada sayuran. Sebagian besar sayuran memang bisa dikonsumsi dalam keadaan mentah bahkan bisa mendapatkan nilai gizi paling banyak dengan cara ini. 

Banyak pelaku pola makan sehat beralih ke sayuran mentah karena dianggap memiliki lebih banyak nutrisi di dalamnya. 

Baca Juga : Rutin Makan Telur Bisa Bantu Turunin Kolesterol Loh

Namun tahukah Anda bahwa tidak semua sayuran cukup aman untuk dimakan mentah. Dalam beberapa kasus, beberapa sayuran mentah harus dihindari. Bukan karena rasanya, tetapi karena dapat membahayakan kesehatan. Beberapa sayuran, ketika dimakan mentah, dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan mengandung sejumlah bakteri.

Menurut ahli gizi Deepika Jayaswal, memasak sayuran mentah maka dapat memecah serat keras, menetralkan senyawa berbahaya. Sedangkan memakan sayuran mentah bisa memicu masalah pencernaan.

Para ahli menyoroti bahwa sayuran mentah juga dapat memuat bakteri berbahaya seperti E. coli atau telur cacing pita yang menyebabkan infeksi, seperti dikutip dari Healthshots, Rabu (4/9/2024). 

Lantas, sayuran apa saja yang tak boleh dimakan mentah? Berikut penjelasan lengkapnya:

Kentang

Kentang mentah mengandung solanine atau racun alami yang bisa berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti muntah, diare, dan sakit perut. 

Memasak kentang dengan suhu tinggi akan memecah solanin sehingga aman dikonsumsi. Selain itu, kentang mentah sulit dicerna dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kembung, atau kram perut.

Terong

Mirip dengan kentang, terong mengandung solanin yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan masalah pencernaan lainnya jika dikonsumsi mentah. 

Memasak terong tidak hanya menghilangkan solanin tetapi juga meningkatkan rasa dan teksturnya. Memanggang atau menumis terong jadi metode memasak yang bisa dilakukan.

Kol atau Kubis

Baca Juga : Sering Pakai Headset? Ketahui Dampaknya Bagi Kesehatan Sebelum Terlambat

Kol atau Kubis yang renyah menambah tekstur pada salad dan sandwich, namun ternyata bisa menampung bakteri berbahaya seperti E. coli atau Salmonella. Memasak kubis secara menyeluruh menghilangkan potensi risiko ini.

Bayam

“Bayam memiliki manfaat nutrisi, terkadang membawa bakteri E. coli yang menyebabkan sakit perut dan masalah pencernaan lainnya. Memasak bayam mencegah pertumbuhan bakteri E. coli dan juga melepaskan lebih banyak nutrisi untuk diserap tubuh,” kata Jayaswal.

Brokoli

Brokoli lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih banyak hilang ketika dimasak. Brokoli yang dikukus atau ditumis sebentar akan menjaga nilai gizinya sekaligus mengurangi risiko masalah pencernaan seperti gas dan kembung, namun bisa juga dikonsumsi mentah dalam jumlah sedikit.

Kubis brussel

Kubis brussel adalah sayuran yang kaya nutrisi, masak sayur tersebut akan membuatnya lebih mudah dicerna. Memanggang atau menumis kubis brussel tidak hanya meningkatkan cita rasanya tetapi juga membuatnya lebih nyaman di perut.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi

--- Iklan Sponsor ---