free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Politik

Pilkada Kota Malang 2024

Turut Dalam Koalisi Gemuk, Ini Alasan PKS Usung Wahyu-Ali di Pilkada Kota Malang

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Nurlayla Ratri

31 - Aug - 2024, 18:11

Loading Placeholder
Ketua DPD PKS Kota Malang, Ernanto Djoko Purnomo. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu dari 13 partai politik yang bersepakat mengusung pasangan Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirun di Pilkada Kota Malang. Keputusan tersebut terbilang cukup mengejutkan.

Pasalnya, untuk Pilkada Kota Malang, PKS menjadi salah satu partai yang seharusnya memiliki banyak nilai tawar. Pertama dari sisi perolehan kursi DPRD Kota Malang berdasarkan hasil Pileg Februari 2024 lalu, PKS berhasil mengamankan 7 kursi.

Baca Juga : Menepi Tanpa Nyalakan Lampu Isyarat Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Viral Truk Maut di Lawang

Tentu dengan bekal sebanyak 7 kursi, PKS setidaknya bisa menggandeng koalisi untuk bisa mengusung paslonnya sendiri. Bahkan jika partai koalisi memiliki jumlah kursi yang lebih sedikit, tak menutup kemungkinan PKS bisa menjadi partai yang mendominasi koalisi.

Dari sisi perolehan suara sah yang menjadi syarat untuk mengusung pasangan calon, perolehan suara sah PKS di Kota Malang juga tak dapat dianggap sepele. Sebab dari yang dipersyaratkan sebagai ambang batas sebanyak 37.792, PKS mampu memperoleh sebanyak 66.349 suara sah.

Namun sayangnya, bekal tersebut dimanfaatkan PKS untuk bergabung dalam koalisi gemuk untuk mengusung pasangan Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin. Menurut Ketua DPD PKS Kota Malang, Ernanto Djoko Purnomo, keputusan diambil juga dengan melihat realita di lapangan.

"Kami melihat realita di lapangan, maka kami gabung dengan Wahyu-Ali. Kami ada tahapan pemegang kebijakan, yang kami pakai keputusan DPP bahwa kami mendukung Wahyu-Ali," jelas Djoko.

Namun demikian Djoko mengatakan, sejak awal dirinya telah berusaha maksimal agar kader PKS bisa mendapat rekom DPP untuk berlaga di Pilkada Kota Malang. Namun empat orang kader PKS yang muncul dalam bursa Pilkada Kota Malang, tak ada satupun yang mendapat restu dari DPP PKS.

Keempat orang itu yakni, Ahmad Fuad Rahman, Asmualik, Rendra Masdrajad Safaat dan Dwi Hari Cahyono. Dari 4 orang tersebut, DPD PKS Kota Malang akhirnya bersepakat untuk mengusung nama Ahmad Fuad Rahman agar bisa diteruskan hingga mendapat rekom DPP.

Baca Juga : Inilah Cara Daftar myPertamina untuk Mendapatkan Subsidi Tepat Melalui Website Resminya

"Partai jelas, pertama ingin memaksimalkan dalam kancah Pilkada ini yang diajukan kader sendiri. Sampai hari terakhir kami berusaha mengusung kader sendiri, mulai penjaringan, penyaringan, sampai tersisa Fuad. Kami berupaya menjadikan Mas Fuad sebagai kepala daerah," jelas Djoko.

Dirinya juga tak dapat memastikan, alasan apa yang melatarbelakangi DPP PKS malah akhirnya memberi tiket rekom kepada kader partai lain dalam Pilkada Kota Malang. Bahkan di atas kertas, jika dibandingkan dengan seluruh partai koalisi pengusung Wahyu-Ali, bekal PKS terhitung paling tinggi.

"Kalau alasan di keputusan tidak ada, kalau ya setiap partai ingin menang. Ini kalimat saya, kalau kami mengajukan harus menang. Bukan ketidakyakinan, dari perhitungan dan kondisi lapangan kayaknya tahun ini mengusung kader lain," pungkas Djoko.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Nurlayla Ratri

Politik

Artikel terkait di Politik

--- Iklan Sponsor ---