JATIMTIMES - Tidur adalah salah satu cara untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktivitas. Selain itu, tidur juga berfungsi untuk memulihkan tenaga.
Tidur yang terganggu bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Ada beberapa bentuk gangguan tidur, seperti insomnia, sleepwalking, sindrom kaki gelisah, sleep apnea, dan sebagainya.
Baca Juga : Inovasi Ciamik Dunia Medis: Alat Pendeteksi Rematik Lewat Kuku Buatan Mahasiswa
Selain itu, ada pula jenis gangguan tidur yang mungkin terdengar cukup aneh, yaitu sleep-related eating disorder (SRED) alias makan sambil tidur. Kondisi ini melibatkan episode berulang perilaku makan dan minum yang tidak terkendali saat dalam keadaan tertidur.
Dilansir dari laman Hellosehat, Sleep-related eating disorder adalah suatu kondisi yang membuat seseorang makan sambil tertidur.
Kondisi ini dikenal juga sebagai night sleep-related eating disorder dan nocturnal sleep-related eating disorder (NS-RED).
Aktivitas makan dilakukan tanpa kesadaran sehingga mereka mungkin mengonsumsi makanan yang berbahaya, seperti makan makanan mentah atau kedaluwarsa.
Parahnya lagi, kondisi ini bisa membuat Anda mengonsumsi sesuatu yang seharusnya tidak dimakan, seperti ampas kopi.
Dilansir dari laman Sleep Education, seseorang bisa terbangun karena gangguan makan saat tidur sampai beberapa kali dalam semalam.
Mereka yang mengalami SRED sering kali makan makanan manis dan berkalori tinggi. Selain itu, pengidap NS-RED juga kerap makan makanan yang biasanya tidak mereka sukai.
Gangguan makan saat tidur berlangsung cukup cepat. Kondisi ini biasanya terjadi selama kurang lebih 10 menit, terhitung sejak Anda terbangun pada tengah malam.
Gejala sleep-related eating disorder
- Makan sambil tidur setidaknya 3–4 kali seminggu. Mereka mungkin terbangun beberapa kali dalam semalam.
- Hanya memiliki sedikit ingatan atau bahkan lupa sama sekali dengan apa yang terjadi semalam.
- Memasukkan sesuatu hal yang berbahaya ke dalam mulut, seperti puntung rokok, ampas kopi, atau makanan kedaluwarsa. Ini karena mereka tidak sadar dengan apa yang dilakukan.
- Terluka tanpa menyadarinya. Orang-orang dengan SRED mungkin tidak sengaja memotong atau membakar bagian tubuh mereka saat menyiapkan makanan.
- Memiliki masalah kesehatan lain, seperti kelelahan, kenaikan berat badan tanpa diduga, atau depresi.
- Konsekuensi kesehatan: Banyak orang dengan SRED mengalami kenaikan berat badan, kelelahan, depresi, dan masalah kesehatan lainnya.
Penyebab SRED
Ada dua jenis SRED, yaitu drug-induced sleep-related eating disorder (SRED karena penggunaan suatu obat) dan primary sleep-related eating disorder (SRED primer karena adanya gangguan tidur).
Para ahli belum mengetahui penyebab SRED primer, tetapi orang-orang dengan kondisi ini biasanya juga mengalami gangguan tidur yang lain, misalnya sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome).
Sementara itu, SRED yang dipicu oleh obat-obatan umumnya merupakan bentuk efek samping dari penggunaan obat untuk gangguan tidur, seperti zolpidem dan benzodiazepine.
Obat-obatan tersebut bekerja dengan cara memperlambat aktivitas otak dan mengatur pola tidur. Alhasil, SRED bisa menjadi salah satu efek samping yang dihasilkan.
Siapa saja yang Bisa Mengalami SRED?
Baca Juga : Kasus Obesitas Balita di Kota Blitar Meningkat, 201 Anak Terdata dalam 6 Bulan
Meski tidak mengonsumsi obat-obatan untuk gangguan tidur, beberapa faktor berikut bisa membuat Anda berisiko lebih besar untuk mengalami night sleep-related eating disorder.
- Menjalani diet.
- Memiliki gangguan makan seperti bulimia atau anoreksia.
- Memiliki gangguan tidur seperti sleep apnea atau sindrom kaki gelisah.
- Kecanduan alkohol.
- Kurang tidur.
- Stres.
Kendati bisa menimpa siapa saja, wanita dalam rentang usia 22–29 tahun memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami gangguan makan saat tidur.
Pencegahan SRED
Dilansir dari laman Sleep Foundation, berikut adalah cara mengatur pola tidur supaya lebih sehat.
- Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
- Hindari bermain handphone atau perangkat elektronik lainnya 30 menit sebelum tidur.
- Sesuaikan cahaya, suhu kamar, dan kebisingan kamar dengan kenyamanan Anda.
- Hindari minum kopi sebelum tidur.
Bukan hanya mencegah SRED, memiliki waktu tidur yang berkualitas dan cukup akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh Anda.
Jadi, tidak ada salahnya untuk mulai memperbaiki jam tidur. Bagaimanapun, ini merupakan salah satu bagian dari pola hidup yang sehat.