JATIMTIMES - Departemen Fisika Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 1 Kota Malang belum lama ini. Misi strategis diusung dalam kegiatan yang menjadi salah satu unsur dari Tri Dharma Perguruan Tinggi itu.
Sri Herwiningsih, Ph.D Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Fisika UB mengatakan, hal ini menjadi satu upaya dalam mendorong minat belajar para siswa.
Seperti diketahui, bahwa selama ini pelajaran Fisika merupakan mata pelajaran yang kurang diminati oleh siswa sekolah menengah.
Baca Juga : Sebelum Perangkat Desa, DPC APDESI Tulungagung Ternyata Audiensi Hal Ini ke DPMD
Hal ini karena pelajaran Fisika identik dengan rumus-rumus yang sulit dan konsep yang abstrak. Terlebih, dengan metode pembelajaran klasik satu arah oleh guru, hal tersebut kian menjadikan pelajaran Fisika menjadi kurang menarik. Maka minat belajar para siswa pun turun setiap kali mengikuti pelajaran tersebut.

Karenanya, dalam upaya mendongkrak minat belajar siswa dalam pelajaran Fisika, khususnya dalam materi kelistrikan, pihaknya bersama tim membuat alat peraga untuk materi kelistrikan, yang diberi nama RemLab SP1.
Terdapat dua tipe RemLab SP1 yaitu RemLab SP1-V untuk melakukan pengukuran tegangan dan RemLab SP1-R untuk melakukan pengukuran hambatan yang dapat dirangkai berupa rangkaian seri, paralel, maupun kombinasi seri dan paralel.
Alat peraga ini disosialisasikan dan diujicobakan pada siswa kelas XII MA Muhammadiyah 1 Kota Malang, sebagai mitra kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024.
"Jadi alat praktikum Fisika ini merupakan alat
tentang rangkaian listrik mempermudah dalam mengetahui hambatan atau tegangan listrik.

Dengan praktik menggunakan perangkat ini, mereka dapat mengkombinasikan berbagai macam nilai, baik secara seri ataupun paralel. Sehingga, hal ini justru bisa lebih memudahkan penangkapan materi kepada para siswa dibandingkan dengan hanya mengingat rumusnya.
"Perangkat ini semakin memperkuat. Jadi siswa bisa membandingkan hasil dari hitungan dan hasil dengan menggunakan alat dan benar-benar terukur," katanya.
Dengan adanya perangkat ini, 24 siswa dalam satu kelas di MA Muhammadiyah 1 minat belajarnya lebih terdongkrak. Artinya, minat belajar siswa meningkat dibandingkan sebelum menggunakan perangkat ini.
Baca Juga : Ingin Pensiun di Usia 64 Tahun, Ratusan Perangkat Desa Geruduk DPMD Tulungagung
"Mereka lebih termotivasi, lebih menarik bagi mereka, karena sebelumnya banyak yang merasa jenuh dengan metode pembelajaran sebelumnya," terangnya.

Diharapkan, dengan adanya alat peraga ini, siswa dapat lebih termotivasi mempelajari Fisika, terutama yang melibatkan konsep abstrak seperti kelistrikan, sebagai pelengkap laboratorium virtual seperti PHET Colorado yang sudah digunakan di sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung alat peraga RemLab SP1-V dan SP1-R. Setelah itu, dilanjutkan dengan serah terima alat peraga diwakili oleh Drs. Hari Arief Dharmawan, Ph.D dari tim pengabdian kepada Masyarakat Departemen Fisika UB dan Shoufie Nur Aini, S.Pd selaku Guru Fisika MA Muhammadiyah 1 Kota Malang.