free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Politik

Pilkada Kota Malang 2024

Nama Krisdayanti Masuk Bursa Pilwali Malang, KoPPI: Bisa Beri Efek Kejut

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

25 - Jul - 2024, 12:34

Loading Placeholder
Politisi PDI Perjuangan, Krisdayanti.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Suhu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang kian menghangat. Terlebih dengan menguatnya nama-nama tokoh yang semakin santer dikabarkan masuk dalam bursa Calon Wali Kota Malang. Salah satunya adalah nama politisi PDI Perjuangan Krisdayanti

Meskipun gagal mempertahankan kursinya di Senayan, Krisdayanti ternyata juga disebut tengah melirik untuk mencari peluang di kontestasi Pilkada. Termasuk di Pilkada Kota Malang. 

Baca Juga : Dokter Dion Tak Sarankan Anak Minum Kopi, Usia Segini yang Diperbolehkan

Menurut Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia (KoPPI), Ya'qud Ananda Gudban, nama Krisdayanti patut untuk dipertimbangkan untuk kontestasi Pilkada. Tentu salah satu yang dipertimbangkan adalah track recordnya sebagai anggota legislatif. 

"Nama kandidat seperti Krisdayanti dan Dewanti Rumpoko saya kira sangat patut dipertimbangkan dan diperhitungkan, apalagi keduanya berpengalaman di legislatif dan eksekutif, serta memiliki rekam jejak yang baik," ujar wanita yang akrab disapa Nanda ini, Kamis (25/7/2024).

Ia mencontohkan, nama besar seperti Krisdayanti akan memiliki efek kejut yang luar biasa jika berkontestasi di Pilkada Kota Malang. Selain sebagai legislator, Krisdayanti juga dinilai memiliki popularitas yang sangat tinggi sebagai artis ibu kota.

Hal tersebut diyakini bisa menjadi modal untuk bersaing dengan nama tokoh lain yang juga masuk dalam bursa Pilkada Kota Malang. Salah satunya seperti nama Abah Anton.

"Meskipun nama Krisdayanti santer terdengar menjadi kandidat kuat bakal calon Wali Kota Batu, namun akan lebih menarik dan menantang jika berkontestasi di Pilkada Kota Malang," tutur Nanda.

Di sisi lain, dirinya menilai bahwa sebenarnya, masyarakat Kota Malang sangat terbuka dengan calon pemimpin dari kalangan perempuan. Bukan tanpa alasan, menurutnya hal itu sudah ditunjukan dalam beberapa kali kesempatan Pilkada. 

Pertama pada 2013 dengan calon Wali Kota Malang Heri Puji Utami dan Sri Rahayu. Kemudian pada tahun 2018, ia juga sempat maju berpasangan dengan Achmad Wanedi. Hal itu menurutnya cukup menunjukkan bahwa Kota Malang selalu memberikan kesempatan bagi calon dari kalangan perempuan. 

"Tentunya pada Pilkada tahun ini kami berharap ada sosok perempuan yang bisa maju meramaikan bursa calon walikota Malang," kata Ananda.

Baca Juga : Mengenal Bahaya Hipersomnia, Ternyata Bisa Menjadi Tanda Penyakit Serius

Wanita yang dikenal sebagai pemerhati gender itu menjelaskan, sebenarnya ada nama figur perempuan selain Krisdayanti yang muncul sebagai kandidat calon walikota Malang, yakni mantan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. 

Menurutnya, kedua nama itu sangat berpotensi untuk bersaing dengan nama-nama populer seperti HM Anton dan Wahyu Hidayat.

Ia juga menilai bahwa Kota Malang juga membutuhkan sentuhan pemimpin dari kalangan perempuan, untuk menangani sejumlah persoalan. Ia mencontohkan, mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merupakan contoh yang baik kepempimpinan di kalangan perempuan.

"Sebagai contoh keberhasilan Bu Risma di Kota Surabaya sebagai walikota bisa menjadi inspirasi kepemimpinan perempuan di daerah dengan karakter urban perkotaan," pungkasnya.

Nanda berharap, dengan adanya calon walikota dari kalangan perempuan, bisa memberikan perspektif baru dalam pembangunan di Kota Malang di masa mendatang.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

Politik

Artikel terkait di Politik

--- Iklan Sponsor ---