JATIMTIMES - Baru-baru ini beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan kericuhan diduga terjadi antar kelompok jemaat dan aksi pengrusakan gedung gereja. Video itu kali pertama diunggah oleh akun X @29quickly pada Senin (24/6).
Dalam video tersebut tampak ada dua kelompok jemaat yang diduga ricuh hingga terjadi aksi saling pukul. Dalam video juga dinarasikan bahwa ada beberapa jemaat yang terkena pukul dalam aksi ricuh tersebut. Padahal jemaat diklaim tengah mempertahankan aset gereja GPIB Taman Harapan, Jakarta Timur.
Baca Juga : Lebih dari 300 Tempat Kos di Kota Blitar, Hanya Puluhan Yang Legal
"Pemukulan pada Orang tua kami atas dasar apa??? Konteks kami adalah mempertahankan Aset GPIB (Gereja Protestan Indonesia di Indonesia bagian Barat)," tulis akun tersebut.
Sehari setelahnya, akun tersebut kembali mengunggah video dugaan aksi pengrusakan pada bangunan gereja. Terlihat dalam kondisi malam hari, beberapa pemuda membawa besi dan memukulkannya ke area pintu bangunan gereja.
"jl. Budhi Cawang. Pengrusakan gedung gereja GPIB Jemaat Taman Harapan," ujar akun tersebut.
"Kami MALUKU BERSATU. Krema bawa2 suku Ambon !!!," tambahnya.
Lantas pada hari ini, Rabu (26/6), akun tersebut mengunggah beberapa berita yang melaporkan bahwa GPIB memiliki bukti kuat sebagai pemilik gedung dan tanah jemaat. Selain itu, akun tersebut juga memposting sebuah koran yang menuliskan judul "bentrok kelompok jemaat, rumah ibadah dirusak".
Dari pemberitaan sebelumnya, pengguna X tersebut menilai beberapa berita yang tayang tidak benar. Pengguna X itu juga meminta agar pihak media mengonfirmasi berita kepada kelompok jemaat @29quickly.
"Media tandingan yang berbicara gak pake data. Punya Hak dan Numpang itu beda. Numpang Harus Ijin diluar ibadah minggu," katanya.
Baca Juga : Budayawan dan Dosen UNU: Makam Tiga Putri Mataram di Blitar Tidak Berkaitan dengan Habib Ahmad Assegaf
Usut punya usut, pengguna X @dhemit_is_back mengklarifikasi soal pemicu ricuh hingga aksi pengrusakan bangunan gereja GPIB Taman Harapan di Jakarta Timur itu. Menurut Dhemit, gesekan antar jemaat itu terjadi karena masalah internal gereja.
"Kami sedikit luruskan ini smua bukan karena gesekan antar warga atau unsur SARA tapi ini semua murni karena masalah Kelembagaan Gereja dan Oknum Pendeta," ungkap dhemit_is_back.
Lebih lanjut, pengguna X Dhemit mengungkapkan jika saat ini gedung gereja tengah dikuasai oknum pendeta selama 11 tahun. Sementara legalitas gedung diklaim dimiliki oleh kelompok jemaat lainnya.
"Gedung Dikuasai Oknum Pendeta selama 11 tahun sedang legalitas gedung dan tanah dipegang oleh pihak @29quickly. Hal ini sdh dilaporkan ke Polres Keramat Jati," tulisnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian soal duduk perkara dan pemicu kericuhan. Namun akibat aksi ricuh dua kelompok jemaat itu, beberapa bangunan gereja, seperti pintu, papan nama hingga CCTV mengalami kerusakan.