JATIMTIMES - Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 2024 jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Penetapan hari raya kurban tersebut didasarkan pada hasil sidang isbat penentuan 1 Dzulhijjah 1445 H yang digelar pada Jumat, 7 Juni 2024 lalu.
Menyambut Hari Raya Idul Adha, umat Muslim dianjurkan untuk melakukan beberapa kesunnahan yang dapat memperkaya makna ibadah dan meningkatkan kebahagiaan di hari yang penuh berkah ini.
Ustaz Adi Hidayat, melansir channel YouTube Adi Hidayat Official, menjelaskan beberapa amalan sunnah yang baik dilakukan menjelang Salat Idul Adha. Berikut adalah lima hal yang disunnahkan dilakukan jelang Salat Idul Adha:
1. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Memakai Wewangian
Dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian sebelum melaksanakan Salat Idul Adha. Hal ini berdasarkan riwayat dari Hakim 7560 yang menyebutkan bahwa Hasan, cucu Nabi Muhammad SAW, mengikuti sunnah ini. Mengenakan pakaian terbaik menunjukkan rasa syukur dan penghormatan terhadap hari besar ini.
عَنِ الْحَسَنِ ابْنِ عَلِيٍّ قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فِى الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبِسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ ... (رواه البيهقي والحاكم)
"Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan." (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim).
2. Tidak Makan Terlebih Dahulu
Sunnah yang kedua adalah tidak makan sebelum melaksanakan Salat Idul Adha. Hal ini berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan untuk makan terlebih dulu sebelum salat.
Ustaz Adi Hidayat menyebutkan bahwa lebih baik makan setelah pulang dari salat dan lebih utama lagi jika makan daging kurban hasil sembelihan yang sudah dimasak terlebih dahulu. Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352.Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
3. Berangkat ke Masjid dengan Berjalan Sambil Takbiran
Baca Juga : Cegah dan Tanggulangi Stunting, Menko PMK Muhadjir Tinjau Posyandu Percontohan As-Syifa Ponpes Al Ubaidah
Disunnahkan untuk berjalan kaki menuju masjid sambil melantunkan takbir. Bahkan, takbir boleh dibaca sejak tanggal 1 Zulhijjah. Melantunkan takbir sepanjang jalan menuju masjid menambah semarak dan menyebarkan kebahagiaan dalam merayakan Idul Adha.
4. Pulang dari Masjid dengan Mengambil Jalan Berbeda
Disunnahkan untuk mengambil jalan yang berbeda saat pulang dari masjid. Faedah dari sunnah ini adalah agar kalimat takbir menyebar lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari silaturahmi dan menyebarkan kebahagiaan kepada lebih banyak orang.
5. Salat Idul Adha Dilakukan Saat Matahari Satu Tombak
Waktu pelaksanaan Salat Idul Adha disunnahkan saat matahari sudah naik satu tombak, yang sekarang kira-kira pukul 06.02 syuruk. Waktu ini lebih awal dibandingkan dengan waktu Salat Idul Fitri. Pelaksanaan salat pada waktu ini menunjukkan kepatuhan pada sunnah yang telah diajarkan nabi muhammad saw.
Demikian 5 kesunnahan jelang melaksanakan salat idul adha. Menjalankan kesunnahan ini dapat menambah kekhusyukan dan keberkahan dalam melaksanakan ibadah Salat Idul Adha. Semoga informasi ini dapat membantu dalam mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Adha dengan lebih baik.