JATIMTIMES - Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Asmualik mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus untuk mengurai permasalahan yang ada di Kota Malang.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, Kota Malang mendapat julukan sebagai Kota Pendidikan yang memiliki lebih dari 60 kampus dengan mahasiswa yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.
Baca Juga : Sanusi Kerap Bersama Kholiq di Agenda Pemerintahan, Kebetulan atau Sinyal Duet di Pilkada?
Menurut Asmualik, banyaknya kampus yang menampung ratusan ribu mahasiswa dari seluruh penjuru di Indonesia memiliki dampak positif maupun negatif. Dampak positif dari banyaknya kampus yakni dapat menjadi wadah untuk menciptakan generasi-generasi masa depan yang unggul.
Sedangkan dampak negatif dari banyaknya kampus yang memiliki banyak mahasiswa salah satunya menyebabkan kemacetan lalu lintas. Oleh karena itu, pihaknya mendorong adanya kerja sama yang mengikat antara Pemkot Malang dengan kampus-kampus di Kota Malang.
"Seharusnya ada kerja sama antara Pemerintah Kota Malang dengan kampus untuk mengurai masalah-masalah yang ada di Kota Malang, baik kemacetan maupun kondisi ekonomi masyarakat Kota Malang," ungkap Asmualik.
Anggota DPRD Kota Malang dari daerah pemilihan Kecamatan Blimbing ini pun mengapresiasi para mahasiswa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang telah menggagas adanya Kampung Wisata Warna-warni di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
"Saya apresiasi untuk mahasiswa UMM. Konsep Kampung Warna-warni yang didesain mahasiswa akhirnya menjadi destinasi wisata dan menghasilkan rupiah untuk warga sekitar," ujar Asmualik.
Sehingga, pola kolaborasi seperti yang dilakukan oleh mahasiswa UMM dengan Pemkot Malang dapat berdampak pada perkembangan wisata di Kota Malang. Salah satu indikator kesuksesannya yakni kampung warna-warni Jodipan menjadi salah satu destinasi wisata utama di Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga : Alasan Keamanan, Warga Perumahan di Lidah Kulon Tolak Pembangunan SPBU
Pihaknya pun meminta agar Pemkot Malang dapat memanfaatkan peluang dengan banyaknya kampus serta mahasiswa di Kota Malang. Menurut dia, jika perlu dilakukan lomba tingkat kelurahan di mana masing-masing kampus mendampingi tiap-tiap kelurahan untuk melakukan inovasi sesuai dengan bidang keilmuannya.
"Bila perlu diadakan perlombaan kampus ini mendampingi kelurahan A, kampus ini mendampingi kelurahan B, apa yang ditonjolkan," kata Asmualik.
Sehingga, nantinya masing-masing kampus dapat berlomba-lomba menorehkan jati dirinya di setiap kelurahan untuk menjadi kampus yang peduli terhadap kepentingan masyarakat banyak.
"Sehingga program-program yang ditaruh di kelurahan itu menjadi kegiatan yang paling menonjol. Ini kalau dilombakan semacam ini kan bagus. Kita ada sekitar 60 kampus, nanti pendampingan terbaik tahun ini kampus mana dan seterusnya," pungkas Asmualik.