JATIMTIMES - Meskipun pemerintah pusat sudah mencabut status bandara internasional, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para pengusaha dan maskapai penerbangan yang akan melayani ibadah umroh dari Bandar Udara (Bandara) Banyuwangi yang ada di Kecamatan Blimbingsari.
Menurut Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi, Komang Sudira, pihaknya terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pengusaha, Lion Air dan maskapai penerbangan lain dalam mewujudkan penerbangan layanan ibadah umroh dari Bandara Banyuwangi.
Baca Juga : Perjalanan Asmualik dari Pebisnis hingga Politisi: Sebuah Konsistensi Diri Jalani Hidup
“Pemerintah menginginkan adanya penerbangan dari Bandara Banyuwangi langsung (Direct) Bandara di Negara Malaysia. Namun pengusaha melihat peluang bisnis dan tentunya dengan menghitung yang paling menguntungkan bagi usaha mereka,” ujar Komang di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
Dia menuturkan setelah pemerintah mencabut status bandara internasional yang ada di beberapa kabupaten/kota di Indonesia ada beberapa layanan penerbangan yang boleh dilakukan di bandara termasuk yang ada di Banyuwangi.
Pelayanan yang diperbolehkan antara lain, dibutuhkan untuk kebencanaan pelayanan haji dan umroh, kegiatan kepresidenan RI dan terkait dengan program kepariwisataan.
“Jadi fungsinya bukan penerbangan reguler tetapi insidental. Sehingga yang diperkenankan bandara sebanyak 15 atau 17 bandara internasional yang menjadi bandara yang secara reguler melayani penerbangan,” tambah Komang.
Dia mencontohkan Kota Solo Bandara Adi Sumarno yang merupakan bandara yang besar tetapi status bandara internasional ditarik karenanya tidak melayani penerbangan reguler seperti bandara yang lain. Di wilayah Jatim hanya Bandara Juanda Sidoarjo yang melaksanakan program penerbangan internasional.
Baca Juga : Bupati Ipuk Joget Bumbung pada Malam Penutupan Banjoewangi Kolo Semono
Pemerintah Banyuwangi memaksimalkan kesempatan untuk melayani penerbangan internasional dengan melakukan perintisan dengan komunikasi dengan para pengusaha, pihak Lion dan maskapai yang bersedia melaksanakan penerbangan untuk ibadah umroh dari Bandara Banyuwangi.
Terkait dengan rencana penerbangan ibadah umroh dari Bandara Banyuwangi yang sempat menguat beberapa waktu, menurut Komang saat ini pihaknya masih berupaya melakukan kajian yang lebih mendetail sebagai peluang bisnis pengusaha.
“Pengusaha pasti menghitung mana yang lebih menguntungkan. Keinginan kita sih penerbangan langsung dari Bandara Banyuwangi langsung menuju Malaysia. Namun demikian pihak pengusaha memberikan alternatif-alternatif sesuai dengan proyeksi usaha mereka. Ini masih upayakan komunikasi dan pendekatan agar sesuai dengan harapan kita bersama,” pungkas Komang.