JATIMTIMES – Hujan deras yang terjadi di wilayah Jember bagian barat, khususnya di Desa Kaliglagah Kecamatan Sumberbaru Jember pada Minggu (21/4/2024) malam, menyebabkan sebagian jalan desa di kawasan tersebut mengalami longsor.
Guna mencegah terjadinya longsor susulan dan dampak yang lebih signifikan, Senin (24/4/2024) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, langsung melakukan inspeksi ke lokasi dan melakukan Giat Asesment serta mendistirbusikan Bantuan Logistik kepada warga terdampak.
Baca Juga : Prakiraan Cuaca 31 Mei: Sebagian Wilayah Jatim Alami Hujan Lokal Siang hingga Sore
Kepala BPBD Jember Widodo menyatakan, bahwa BPBD mendapat informasi dari masyarakat pada minggu malam, dan pagi harinya langsung melakukan asessment dengan melakukan upaya-upaya penanganan dan pencegahan terjadinya longsor susulan.
“Kami tadi malam mendapat informasi adanya tanah longsor di Desa Kaliglagah, setelah kami lakukan pengecekan, ada beberapa rumah warga yang terancam terkena dampak, oleh karenanya, untuk sementara penghuni rumah kami ungsikan ke rumah tetangga dan saudaranya yang lebih aman,” ujar Widodo.
Selain mengungsikan warga ke tempat yang lebih aman, pihaknya juga memberikan bantuan sembako dan juga alas tidur, agar bisa digunakan warga saat berada di tempat penampungan sementara, sambil selesainya upaya penanganan tanah longsor.
Dari data yang diterima media ini, longsor yang terjadi di desa Kaliglagah Kecamatan Sumberbaru, selain menyebabkan 2 rumah terancam, juga menimbun beberapa kebun milik warga, serta memutus akses jalan desa.
Baca Juga : Bupati Sanusi Rombak Pantai Ngliyep, Gandeng Investor Demi Bangun Wahana Hingga Hotel
Saat ini pihak BPBD bersama dengan warga sekitar melakukan pembersihan material longsor serta memberikan rambu-rambu di jalan desa yang terputus, serta penanganan pembenahan bersama Muspika dan warga setempat dengan memasang bronjong dan juga bambu sebagai penahan longsor.
“Karena hujan yang masih terjadi, kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca, terutama ketika hujan deras lebih dari 2 jam,” pungkas Widodo. (*)