Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata

Menelusuri Jejak Wisata di Yogyakarta: Pesona yang Memikat Dunia Sejak 1890

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : A Yahya

16 - May - 2024, 09:01

Placeholder
Poster promosi wisata Djokya. Kemungkinan sekitaran akhir 1890 atau awal 1900.(Foto: Ist)

JATIMTIMES - Pada penghujung tahun 1890, Kota Djokja (Yogyakarta) mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang memikat perhatian para pelancong asing, khususnya dari Eropa. Kekayaan budaya, sejarah, dan keindahan alam yang dimiliki Yogyakarta menjadi daya tarik utama yang mengundang banyak wisatawan untuk berkunjung. Dalam perjalanan wisata yang sarat dengan sejarah dan warisan budaya ini, mari kita telusuri bagaimana Yogyakarta menjadi pusat perhatian para turis di akhir 1890-an hingga awal 1900-an.

Candi Prambanan dan Borobudur, dua ikon monumental yang baru saja ditemukan pada masa itu, menjadi magnet utama bagi para wisatawan. Meski terletak di luar wilayah vorstenlanden (kerajaan mandiri Yogyakarta dan Surakarta) – tepatnya di Magelang dan Klaten – kedua candi tersebut masuk dalam wilayah negaragung. Keagungan dan keindahan arsitektur dari candi-candi abad ke-10 ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Baca Juga : Sutiaji Bertemu Nanda Gudban, Mantan Rival Gandengan di Pilwali Kota Malang? 

Wisatawan yang ingin mengunjungi Yogyakarta pada masa itu biasanya memulai perjalanan mereka dengan menumpang kapal laut menuju pelabuhan di Semarang. Semarang, yang merupakan salah satu pelabuhan utama di Jawa, menjadi pintu gerbang pertama bagi para pelancong yang datang dari berbagai penjuru dunia. Setelah tiba di Semarang, perjalanan dilanjutkan dengan kereta api (spoor) yang menjadi moda transportasi utama pada masa itu. Kereta api ini menawarkan perjalanan yang nyaman dan efisien, melewati pemandangan indah kota Salatiga dan Soerakarta, sebelum akhirnya mencapai Djokja (Yogyakarta).

Selain rute melalui Semarang, wisatawan juga memiliki alternatif lainnya, yaitu dengan berlayar ke Batavia (Jakarta). Batavia, sebagai ibu kota Hindia Belanda, merupakan pusat kegiatan ekonomi dan pelayaran di Indonesia. Setelah tiba di Batavia, wisatawan kemudian melanjutkan perjalanan darat melintasi pulau Jawa. Rute darat ini memungkinkan para pelancong untuk menikmati keindahan dan keanekaragaman alam serta budaya yang ada di sepanjang jalur menuju Yogyakarta. Perjalanan melintasi pulau Jawa ini sendiri merupakan petualangan yang menarik, dengan berbagai tempat singgah yang kaya akan pesona dan daya tarik tersendiri.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi dan infrastruktur transportasi semakin mempermudah akses menuju Yogyakarta. Setelah tahun 1910, jalur udara mulai diperkenalkan sebagai pilihan perjalanan yang lebih cepat dan efisien. Bandara pertama yang dibangun memungkinkan wisatawan untuk mencapai Yogyakarta dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan perjalanan laut dan darat. Selain itu, pembangunan jalur darat yang lebih baik, termasuk jalan raya yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa, turut meningkatkan kenyamanan dan kemudahan perjalanan ke Yogyakarta.

Dengan berbagai pilihan moda transportasi yang tersedia, perjalanan ke Yogyakarta perlahan-lahan menjadi semakin fleksibel dan nyaman. Wisatawan dapat memilih rute yang sesuai dengan preferensi mereka, baik itu menikmati perjalanan panjang yang penuh petualangan melalui darat dan laut, atau memilih perjalanan yang lebih cepat melalui udara. Semua pilihan ini menawarkan pengalaman yang unik dan berkesan, memperkaya perjalanan wisata ke Yogyakarta.

Keseluruhan perkembangan ini tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta tetapi juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Akses yang mudah dan nyaman menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Yogyakarta, memungkinkan lebih banyak orang untuk menikmati keindahan dan kekayaan budaya yang ditawarkan oleh kota ini. Dengan demikian, Yogyakarta terus berkembang dan bertransformasi menjadi destinasi wisata yang modern tanpa kehilangan pesona sejarah dan budayanya yang autentik.

Selain candi-candi yang megah seperti Prambanan dan Borobudur, ada dua destinasi lain yang pada masa itu sangat populer di kalangan wisatawan: reruntuhan Watercastle (Tamansari) dan area sekitar keraton (kraton). Tamansari, dulunya merupakan taman kerajaan yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi Sultan dan keluarganya, dilengkapi dengan kolam pemandian, jembatan gantung, dan lorong-lorong bawah tanah yang menghubungkan berbagai bagian kompleks. Kini, reruntuhan Tamansari masih memancarkan keindahan dan romantisme masa lalu, menarik hati para pengunjung dengan pesonanya yang misterius dan memukau.
Sementara itu, meski Residenhuis dan Benteng Vredeburg (Vanderburg fort) pada masa itu masih berfungsi sebagai kantor resmi Belanda dan tidak dibuka untuk umum, kawasan sekitar keraton tetap menjadi daya tarik yang memikat.

Keraton Yogyakarta, yang merupakan istana resmi Kesultanan Yogyakarta, masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan dan pusat kebudayaan Jawa. Pada masa itu, wisatawan dapat mengunjungi keraton dengan perjanjian khusus yang diatur melalui agen perjalanan. Saat berkunjung, mereka akan ditemui oleh abdi dalem, petugas keraton yang setia melayani Sultan dan keluarganya. Para abdi dalem ini juga berperan sebagai pemandu yang akan menjelaskan berbagai aspek kehidupan keraton, tradisi, dan upacara adat yang masih dilestarikan hingga kini.

Baca Juga : Teuku Ryan Kehilangan Gairah dengan Ria Ricis karena Uang Cicilan Rumah

Untuk akomodasi, wisatawan memiliki beberapa pilihan yang terkenal seperti Hotel Toegoe dan Hotel Grand di Malioboro. Kedua hotel ini menawarkan fasilitas yang nyaman dan pelayanan yang ramah, menjadikannya tempat menginap favorit bagi para pelancong. Untuk pengalaman bersantap yang mewah, Societeit yang terletak di sebelah Residenhuis menjadi tempat yang ideal untuk menikmati makan malam dengan suasana elegan.

Wisatawan yang ingin membawa pulang kenang-kenangan dari Yogyakarta dapat mengunjungi Ngabean Straat, sebuah kawasan yang dipenuhi toko-toko yang menjual berbagai macam barang untuk orang Eropa. Di sini, mereka dapat menemukan berbagai oleh-oleh khas Yogyakarta yang unik. Untuk souvenir berupa foto, terdapat beberapa studio foto terkenal, termasuk studio tiga tingkat milik Kassian Chepas, fotografer resmi Sultan, yang terletak di timur Benteng Vredeburg (Lodji Ketjil).

Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta pada masa kini pun masih dapat merasakan keajaiban yang sama seperti yang dirasakan oleh para pelancong di akhir abad ke-19. Meskipun banyak perubahan dan perkembangan yang terjadi, esensi dan pesona Yogyakarta tetap terjaga. Keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakatnya menciptakan suasana yang hangat dan menyambut setiap wisatawan yang datang.

Melalui perjalanan ini, kita diajak untuk mengenang dan merasakan kembali pesona Yogyakarta yang selalu berhasil memikat hati setiap orang yang datang. Sebuah kota yang tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap wisatawan. Dengan berbagai destinasi wisata yang menarik, fasilitas yang memadai, dan akses yang mudah, Yogyakarta menjadi destinasi yang sempurna untuk liburan yang penuh makna.

Yogyakarta, sebuah destinasi yang akan selalu dikenang dalam hati dan ingatan para pelancong dari masa ke masa. Kota ini menawarkan lebih dari sekadar tempat wisata, tetapi juga sebuah perjalanan untuk memahami dan merasakan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia yang begitu kaya dan beragam. Dalam setiap sudut kota ini, terdapat cerita dan pengalaman yang menunggu untuk dijelajahi dan dinikmati. Tidak heran jika Yogyakarta terus menjadi pilihan utama bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia yang ingin merasakan keajaiban dan pesona sejati Indonesia.


Topik

Wisata wisata jogja yogyakarta candi prambanan borobudur



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya