Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Disperdagin Kota Kediri Tera Ulang Digital Crane Sistem di Pabrik Gula

Penulis : Bambang Setioko - Editor : A Yahya

14 - May - 2024, 12:41

Placeholder
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri melakukan pengawasan Alat Ukur, Takar, Timbangan, dan Perlengkapannya (UTTP) kepeda Pabrik Gula (PG) di Kota Kediri. Foto: (Dok. Istimewa)

JATIMTIMESTak hanya kepada pedagang pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri juga menggelar pengawasan Alat Ukur, Takar, Timbangan, dan Perlengkapannya (UTTP) kepada Pabrik Gula (PG) di Kota Kediri.

“Kami juga melaksanakan tera ulang di pabrik gula di Kota Kediri yakni PG Pesantren tanggal 7-8 Mei 2024, dan PG Mrican tanggal 13 Mei 2024 sebelum buka giling dengan tujuan agar lebih banyak petani tebu yang mengirimkan hasil panen tebu ke PG yang ada di seluruh Indonesia, bukan dikirim ke pihak swasta,” jelas Wahyu Kusuma Negara, Kepala Disperdagin Kota Kediri, Senin (13/5).

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Kediri Serahkan Kartu Peserta Perlindungan GN Lingkaran 200 di RS Toeloengredjo

Menurut Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal, setiap alat timbang, alat ukur dan alat takar yang digunakan untuk berniaga wajib ditera ulang setiap tahun. Tera ulang dilakukan untuk mencegah terjadinya selisih takaran dalam bertransaksi. Dalam kaitannya dengan pabrik gula, tera ulang sangat diperlukan untuk menentukan produk akhir meliputi penentuan kwanta (isi, berat, atau panjang) produk gula yang sudah jadi. Dalam menentukan kwanta gula pasir yang dihasilkan oleh pabrik tersebut haruslah menggunakan UTTP yang sudah ditera dan/atau ditera ulang. 

Adapun UTTP yang dilakukan tera ulang yakni Digital Crane Sistem (DCS). Wahyu menjelaskan DCS merupakan peralatan timbangan tebu yang terhubung dengan komputer secara otomatis sebelum memasuki stasiun gilingan. Dirinya mengemukakan bahwa hasil tera ulang pada PG di Kota Kediri seluruh DCS berfungsi dengan baik dan sesuai dengan standar tera nasional.

“Alhamdulillah setelah kami lakukan tera ulang semuanya berjalan dengan baik, tidak ada kecurangan. Jadi kami sampaikan kepada petani tebu agar tidak perlu khawatir mengirimkan hasil panen tebu ke pabrik gula di Kota Kediri,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan yang melibatkan empat petugas dari Bidang Kemetrologian Disperdagin Kota Kediri tersebut, Wahyu berharap agar seluruh hasil pertanian tebu bisa dikirim ke semua PG dan menambah kepercayaan masyarakat.

Baca Juga : Sinergitas BPJS Ketenagakerjaan dan Kejari Kediri: Tuntaskan Potensi Tunggakan Rp 511 Juta

“Lahan pertanian tebu di Kota Kediri sangat luas jumlahnya, semoga dengan dilaksanakannya tera ini dapat menambah kepercayaan petani tebu sehingga tidak sangsi lagi dalam mengirimkan tebu ke PG,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan Disperdagin-kota-kediri Wahyu Kusuma negara Kota Kediri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Bambang Setioko

Editor

A Yahya