Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Masifnya Gen Z Pakai Bahasa Inggris, Ancam Eksistensi Bahasa Daerah?

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

10 - May - 2024, 20:26

Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Pada era digitalisasi saat ini, perkembangan terjadi pada berbagai aspek. Termasuk juga dalam hal linguistik. Bahasa Inggris saat ini menjadi bahasa yang akrab dengan Generasi Z (Gen Z), dimana hal ini juga selaras dengan perkembangan teknologi.

Namun, perkembangan dan penggunaan bahasa Inggris yang kian masif ini selain memberikan dampak positif juga memberikan imbas negatif terhadap keberadaan bahasa lokal. Lantas bagaimana akademisi melihat hal ini?

Baca Juga : 3 Hewan yang Hanya Bisa Ditemukan di Pulau Kalimantan, Ada Tupai Vampir

Melihat hal ini, Masyhud MPd akademisi dan juga dosen Bahasa Inggris dari salah satu kampus swasta di Kota Malang, memandang ada pergeseran preferensi dalam penggunaan Bahasa Inggris saat ini dengan masa lampau.

Kemudahan mencari akses informasi untuk pembelajaran terkait bahasa ini, juga menjadikan para Generasi Z kian memahami dan menguasai bahasa asing ini. Dengan penguasaan ini, akhirnya banyak para generasi Z ini kerap berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Bahkan, istilah-istilah seperti Laugh Out Loud (LOL), For Your Information (FYI), Correct me if I’m wrong (CMIIW), Oh My Good (OMG), By The Way (BTW), In My Opinion (IMO) dan istilah lainnya yang merupakan khas dalam Bahasa Inggris, kini telah diadopsi dalam percakapan sehari-hari. 

Ia mencontohkan, bahasa Inggris dahulu masih dalam konteks tekstual atau baku. Pembelajaran pun banyak dilakukan melalui sarana buku pembelajaran. 

"Tetapi sekarang apapun yang ada di media sosial, itulah yang diserap," jelasnya.

Pergeseran atau perubahan ini tak hanya terkait pengunaan kata-kata, namun juga mencakup pola komunikasi yang secara keseluruhan. Hal ini terlihat, dimana saat ini saat berkomunikasi kebanyakan Gen Z memilih bahasa Inggris dalam menyampaikan ekspresi dirinya, baik lisan maupun tulisan.

"Gen Z juga lebih sering menuliskan sesuatu melalui media sosial," ujarnya. 

Masifnya penggunaan bahasa inggris, memang juga memberikan dampak positif. Pengunaan bahasa Inggris tak hanya terpaku pada komunikasi verbal, namun juga secara tulis. Akhirnya, muncul pekerjaan-pekerjaan yang mungkin sebelumnya belum dilirik menjadi hal yang banyak dilirik, seperti copywriting, content writer dan sebagainya.

Beberapa generasi memang lebih nyaman dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Konsekuensinya menurut Masyhud 
dapat juga mengancam eksistensi bahasa lokal. Bahasa yang semula dianggap asing ini dapat berpotensi menjadi bahasa kedua menggeser bahasa lokal. 

Baca Juga : LSM Swiss dan IBFAN Ungkap Nestle Tambahkan Gula Pada Susu Bayi dan Sereal di Negara Berkembang

Hal ini disebabkan, kurangnya pemahaman dan penggunaan di kalangan generasi muda. Sehingga, cepat atau lambat akan mempengaruhi punahnya bahasa lokal.

"Peningkatan penggunaan Bahasa Inggris dapat mengancam keberlangsungan bahasa daerah, karena pemahaman dan penggunaannya menurun di kalangan generasi muda," katanya. 

Penggunaan bahasa Inggris di kalangan Generasi Z, terkadang memang hanya sebatas  dilihat sebagai upaya untuk terlihat ‘keren’ di media sosial. Artinya, ini menjadi simbol identitas digital yang lebih modern dan modis. 

Kecanggungan dalam menggunakan Bahasa Inggris di lingkungan masyarakat yang lebih tradisional, juga menjadi tanda bahwa penggunaan bahasa ini hanya untuk sebatas terlihat keren. Di sisi lain, kecanggungan dalam penggunaan Bahasa Inggris di lingkungan tradisional karena menyesuaikan lokasi.

Meski begitu, Masyhud menegaskan, bahwa adaptasi terhadap bahasa Inggris adalah sebuah keharusan di dunia yang semakin terkoneksi. Hal ini juga menjadi sebuah modal untuk menghadapi tantangan dan persaingan global. 

"Dengan demikian, pergeseran dalam penggunaan bahasa menjadi cerminan dari perubahan yang besar pada cara Gen Z berinteraksi dan beradaptasi dengan dunia yang semakin terhubung melalui media sosial," pungkasnya.


Topik

Pendidikan Gen Z Bahasa Inggris generasi z



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni