Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Kasus Mental Health Meningkat, Pakar Beber Penyebab dan Solusinya

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

06 - May - 2024, 20:50

Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Gangguan kesehatan mental menjadi hal yang banyak dialami masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan usia, baik tua maupun muda. Jumlah pengidapnya pun terus meningkat setiap tahunnya. 

Bahkan pada tahun 2024, dari beberapa sumber, diprediksi juga jumlah penderita masalah kesehatan mental di Indonesia akan mencapai 3,24 juta orang. 

Baca Juga : DPRD Banyuwangi Minta Pelaku Pemerkosaan di Pulau Merah Dihukum Maksimal

Peningkatan ini disebabkan oleh banyak faktor. Psikolog dan dosen Fakultas Psikologi UMM, Nandy Agustin Syakarofath, menjelaskan, bahwa faktor yang menyebabkan gangguan kesehatan mental dapat berupa perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan yang dimaksud mencakup perubahan sosial ekonomi dan juga mencakup perkembangan teknologi.

"Perubahan gaya hidup, materialisme dan industrialisasi yang terkait teknologi terkadang memunculkan tekanan sosial dan isolasi sosial sehingga memicu stres deperesi hingga bunuh diri," jelasnya.

Lebih dari itu, faktor tekanan hidup juga menjadi salah satu faktornya. Lebih rinci terkait tekanan ini juga masuk pada berbagai bidang. Seperti pada bidang pendidikan, dimana adanya persaingan juga menjadi salah satu faktor.

Selain itu, bukan hanya pada sektor pendidikan, pada sektor ekonomi, pekerjaan dan kehidupan sosial pun juga menjadi faktor yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Tekanan-tekanan itu kemudian memberikan respon psikologis yang negatif. Maka dari itu, hal ini sangat berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi dan kecemasan yang diidap seseorang.

Faktor lain, individu yang berada pada situasi krisis, pandemi, perang, bencana alam, terlebih hal tersebut dialami dalam jangka waktu yang lama, maka ini menjadi potensi yang kuat dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental.

"Dapat memunculkan kecemasan, stres dan berbagai isu kesehatan mental lainnya,"  papar Nandy. 

Peningkatan individu yang bermasalah dengan kesehatan dan gangguan mental, menurut Nandy juga seperti fenomena gunung es. Sehingga yang ditonjolkan hanyalah beberapa elemen, seperti elemen puncak dan elemen lainnya tidak terlihat.  

"Yang tidak terlihat ini berada di bawah puncaknya. Ini disebabkan oleh riset yang semakin marak dilakukan sehingga didapatkan data atau temuan-temuan yang seperti itu," tambahnya.

Baca Juga : Bank Indonesia Malang: Keyakinan Konsumen Meningkat di April 2024

Keterjangkauan akses layanan kesehatan mental juga menjadi salah satu problem yang dirasakan masyarakat. Tak dipungkiri, fasilitas perawatan gangguan mental yang minim, biaya pengobatan yang mahal, menjadi satu problem penghambat yang kian mendorong peningkatan individu yang mengidap gangguan kesehatan mental. 

Maka dari itu, imbasnya jumlah angka penderita gangguan kesehatan mental pun meningkat. 

Dalam upaya penyelesaiannya, maka dijelaskan Nandy penting untuk melakukan berbagai langkah strategis, baik itu bersifat mikro ataupun makro.

Semua pihak, harus ikut berkontribusi dan berkolaborasi dalam upaya menangani isu kesehatan mental. Terlebih, pada lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan lainnya. individu.

Pada level mikro, maka pengidap harus diberikan edukasi untuk meningkatkan kapasitas didalam pengelolaan emosi dan keterampilan koping stres. Dengan begitu, penderita itu akan dapat beradaptasi dan menangani stres dalam kehidupan sehari-hari.

Ditingkat Makro, maka keterlibatan pemerintahan menjadi satu hal yang cukup penting. Pada sektor ini, pemerintah harus lebih memperhatikan lagi akses terhadap layanan kesehatan mental, promosi lingkungan komunitas yang mendukung.

"Termasuk juga melakukan pelatihan tenaga kerja masyarakat dan pembentukan kebijakan publik yang mendukung kesehatan mental," terangnya.


Topik

Pendidikan kesehatan mental gangguan kesehatna mental Nandy Agustin Syakarofath umm



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan