JATIMTIMES - Kurang lebih 10 ribu aparatur sipil negara (ASN) di Kota Malang dijadwalkan bakal melakukan skrining kesehatan. Hal tersebut dimaksudkan untuk dapat mendeteksi dini kasus penyakit tidak menular kronis yang meningkat.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif, saat ini jumlah kasus penyakit tidak menular berada di urutan teratas di Indonesia. Ada 5 penyakit tidak menular kronis yang perlu mendapat perhatian. "Pertama adalah kanker, kedua stroke, ini sudah banyak teman-teman di puskesmas untuk melakukan deteksi dini," ujar Husnul.
Baca Juga : Sri Mulyani Dikritik Netizen Buntut Klarifikasi Kasus Viral Bea Cukai
Yang ketiga adalah penyakit jantung. Dalam hal ini, di setiap Puskesmas telah memiliki unit mesin EKG untuk dapat mendeteksi dini penyakit jantung. "Keempat kegagalan organ ginjal. Saat ini sudah Ada berapa banyak laporan RS yang menjalankan hemodialisis, kelima kesehatan ibu dan anak," jelas Husnul.
Dari screening yang dilakukan sampai saat ini, menurutnya jumlah kasus penyakit tidak menular kronis menempati urutan teratas. Untuk itu, dirinya juga akan mengoptimalkan unit layanan kesehatan di setiap puskesmas untuk deteksi dini.
"Kami data di 16 puskesmas punya kelompok pengelolaan penyakit kronis. Nanti dilakukan pemeriksaan dan cek keaehatan," kata Husnul.
Rencananya, screening kesehatan bagi ASN se Kota Malang akan dibagi ke dalam 3 jadwal pelaksanaan. Yakni pada tanggal 29 dan 30 April, dan 6 Mei 2024. "Kami akan lakukan screening kepada seluruh pegawai di Pemkot Malang. Ada sebanyak 10 ribu an. Lokasi di Dinkes, Block Office dan di Jalan Bingkil," kata Husnul.
Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun media ini, Badan Pusat Statistika (BPS) menghimpun dan mengklasifikasi jumlah kematian selama lima tahun berdasarkan penyebabnya. Yakni sejak 2017 hingga 2022.
Baca Juga : Info Nobar Semifinal Piala Asia U-23 di Kota Malang, Pemkot Siapkan Stadion Gajayana
Dimana total ada sebanyak 8,08 kematian selama lima tahun. Jumlah kasus kematian akibat penyakit tidak menular mendominasi dan berada di urutan pertama.
Yakni terdapat sebanyak 7,04 juta kasus kematian. Sedangkan kematian yang diakibatkan penyakit menular, hanya terdapat sebanyak 231.724 kasus.