free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Benarkah Jus Jambu Bisa Naikkan Trombosit Pasien DBD? Begini Penjelasan Dokter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

24 - Mar - 2024, 23:27

Loading Placeholder
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Bukan sesuatu yang baru jika ada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) disarankan untuk mengonsumsi jus jambu biji. Konsumsi jus tersebut diklaim akan meningkatkan kadar trombosit agar cepat pulih. Lantas benarkah manfaat jus jambu untuk DBD tersebut? 

Merespons ramainya pertanyaan itu, Dokter Spesialis Anak dr. Arifianto, Sp. A (K) atau yang akrab disapa Dokter Apin menepis isu yang beredar di masyarakat soal jus jambu dapat menaikkan kadar trombosit dalam darah pasien yang terkena dengue atau demam berdarah.

Baca Juga : Kasus DBD di Kabupaten Blitar Meningkat, 4 Warga Meninggal

“Kalau kembali ke panduan, di Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) tidak ada panduan (pasien dengue) harus minum jus jambu untuk menaikkan trombositnya,” kata dokter Apin, dilansir YouTube Puskesmas Kramat Jati, Minggu (24/3). 

Menurut dokter Apin, belum ada penelitian lebih lanjut yang dapat membenarkan bahwa jus jambu dapat menaikkan trombosit dalam darah ketika terserang dengue.

Sebaliknya, sampai saat ini hal yang dipercaya oleh dunia medis adalah semua jenis cairan yang layak dikonsumsi oleh pasien dengue dapat memberi manfaat yang baik bagi tubuh agar tidak kekurangan cairan (dehidrasi).

“Jadi masih rancu apakah minum jus jambu memang menaikkan trombosit atau karena trombositnya naik alami saat sudah di fase penyembuhan,” katanya.

Lebih lanjut, dokter Apin menjelaskan kalaupun anak yang terkena dengue diberikan susu HT, cairan elektrolit atau hanya air putih, hal tersebut tidak memberikan pengaruh kepada trombosit anak.

Secara umum, kata dokter Apin selama kondisi anak masih bisa dirawat di rumah dan gejala anak belum masuk dalam tahap warning sign seperti nyeri perut, muntah presisten hingga pendarahan mukosa, maka pemberian cairan yang mencegah dehidrasi dinilainya masih aman untuk dilakukan.

“Walaupun memang yang kita butuhkan bukan hanya cairan ya tapi elektrolit. Kalaupun harus dirawat cairan elektrolitnya enggak cuma diminum tapi dari infus juga,” ujarnya.

Baca Juga : Update Gempa Susulan Bawean Tercatat hingga 229 Kali 

Dokter Apin juga mengungkap bahwa virus dengue yang dibawa melalui perantara nyamuk Aedes Aegypti diketahui tidak langsung menyerang trombosit atau leukosit dalam darah sampai turun. Namun, adanya gejala-gejala keparahan yang nampak pada pasien merupakan cara sisem kekebalan tubuh merespon adanya partikel asing yang masuk ke dalam tubuh.

“Tidak ada terapi khusus tapi pastikan penuhi cairan dan lewati fase kritis dengan aman,” katanya.

Sementara terkait dengan pemberian antibiotik, dokter Apin menjelaskan obat tersebut hanya diberikan kepada pasien yang sakit akibat infeksi bakteri. Jadi penggunaannya tidak efektif bila diberikan pada pasien yang sakit akibat virus seperti dengue.

“Kalau HIV atau orang dengan herpes itu jelas harus minum anti virus. Tapi kalau dengue tidak perlu apalagi antibiotik. Anti virus saja tidak perlu apalagi antibiotik itu tidak nyambung. Kalaupun diberikan mungkin bisa ditanyakan pada dokter yang bersangkutan apa diberikan karena ada penyakit atau diagnosa lain,” pungkas Dokter Apin.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

--- Iklan Sponsor ---