free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Serba Serbi

Apa Itu ISIS-K, Kelompok yang Dituding AS di Belakang Serangan Teroris di Rusia

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

24 - Mar - 2024, 18:29

Loading Placeholder
Serangan ISIS-K di Rusia. (Foto dari internet)

JATIMTIMES -  Pada Jumat (22/3) waktu setempat, telah terjadi serangan teroris yang berlangsung di Gedung Konser Moskow, Crocus City Hall, Rusia.

Dalam teror itu, tidak kurang dari 133 orang dinyatakan tewas, sementara 150 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga : TMMD Ke-119 Tahun 2024 Kodim 0808/Blitar: Potret Spirit TNI Membangun Negeri di Desa Wonotirto

Pihak keamanan langsung bergerak dan pada Sabtu diniharinya menangkap sebanyak 11 orang yang diduga terlibat teror tersebut.

Empat orang diantaranya mengakui sebagai eksekutor. Mereka menyamar sebagai penonton konser, kemudian saat di dalam gedung menembaki penonton dengan senapan serbu.

Isis


AS mengklaim bahwa dalang dari penembakan paling mematikan sejak tahun 2004 tersebut adalah ISIS-K. Teror yang diduga dilakukan oleh ISIS-K ini menjadi viral. Bahkan, tagar ISIS menjadi trending di X pada Minggu (24/3/2024) siang. Lantas siapa itu ISIS-K? Dan mengapa mereka menargetkan Rusia?

Melansir laman Reuters, ISIS-K merupakan Negara Islam Khorasan. Nama ini diambil berdasar istilah lama untuk wilayah yang mencakup sebagian Iran, Turkmenistan, dan Afghanistan.

ISIS-K dibentuk pada tahun 2014 oleh faksi anggota Taliban dan al-Qaeda yang membelot di Pakistan dan Afghanistan yang mengadopsi interpretasi jihadisme yang lebih keras.

Pada tahun 2015, kelompok tersebut secara resmi mengidentifikasi dirinya sebagai perpanjangan tangan ISIS di wilayah Khorasan.

Seperti ISIS, ISIS-K menganut tujuan mendirikan kekhalifahan transnasional, sebuah negara bagi umat Islam yang diatur berdasarkan interpretasi radikal mereka terhadap Islam.

ISIS-K yang muncul di Afghanistan timur pada akhir tahun 2014 dengan cepat mendapatkan reputasi atas kebrutalan ekstremnya.

Salah satu afiliasi regional paling aktif dari kelompok militan ISIS, ISIS-K, mengalami penurunan keanggotaan sejak mencapai puncaknya sekitar tahun 2018. Pasukan Taliban dan AS menimbulkan kerugian besar.

AS menganggap kelompok ini sebagai ancaman yang berkelanjutan. Jenderal Michael Kurilla, komandan Komando Pusat AS, mengatakan kepada Kongres pada Maret lalu bahwa ISIS-K dengan cepat mengembangkan kemampuan untuk melakukan “operasi eksternal” di Eropa dan Asia.

Dia meramalkan bahwa mereka akan mampu menyerang kepentingan Amerika dan Barat di luar Afghanistan “dalam waktu enam bulan dan tanpa peringatan.”

Serangan di AS sendiri lebih kecil kemungkinannya, katanya. AS mengaku bahwa kemampuannya untuk mengembangkan intelijen terhadap kelompok ekstremis di Afghanistan seperti ISIS-K telah berkurang sejak penarikan pasukan Amerika dari negara tersebut pada tahun 2021.

Militer AS mengatakan mereka dapat melihat “kontur luas” dari sebuah negara serangan yang akan datang, tetapi tidak memiliki detail spesifik seperti sebelumnya.

ISIS-K menjadi kelompok yang sangat brutal yang tega menyerang apa saja, termasuk menyerang masjid di dalam dan di luar Afghanistan.

Pemimpin kelompok ini masih dirahasiakan setelah pemimpin sebelumnya Sanaullah Ghafari dilaporkan tewas.

Sanaullah Ghafari, telah memimpin kelompok teroris tersebut sejak Juni 2020. Ia dikenal luas sebagai Shahab al-Muhajir dan dikatakan berusia akhir 30-an.

Awal tahun ini, AS menyadap komunikasi yang mengonfirmasi bahwa kelompok tersebut melakukan dua pemboman di Iran yang menewaskan hampir 100 orang.

Pada September 2022, militan ISIS-K mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri yang mematikan di kedutaan Rusia di Kabul.

Baca Juga : Sempat Bersengketa di Pileg Provinsi Jatim, Dua Politisi PDI Perjuangan ini Akhirnya Damai

Kelompok ini juga bertanggung jawab atas serangan terhadap bandara internasional Kabul pada tahun 2021 yang menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil selama evakuasi AS yang kacau dari negara tersebut.

Mengapa menyerang Rusia?

Dikutip dari reuters.com, pada Minggu (24/3), disebutkan bahwa para ahli mengatakan kelompok militian ini sering mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin sejak beberapa tahun belakang.

"ISIS-K telah terpaku pada Rusia selama dua tahun terakhir, sering kali mengkritik Putin dalam propagandanya," ungkap Colin Clarke dari Soufan Center, sebuah kelompok riset yang berbasis di Washington.

Michael Kugelman dari Wilson Center yang berbasis di Washington menyebutkan bahwa ISIS-K memandang Rusia sebagai penindas umat Islam.

Tidak hanya itu, kelompok ISIS-K yang mencakup militan dari Asia Tengah, juga memiliki keluhan historis mereka terhadap Rusia, sehingga memicu dorongan kelompok tersebut melakukan serangan ke wilayah Rusia.

Dikutip dari timesofindia.indiatimes.com pada Minggu (24/3) dikatakan bahwa alasan ISIS-K menargetkan Rusia karena terdapat intervensi militer Presiden Rusia Vladimir Putin di Timur Tengah, khususnya di Suriah.

Putin mengirim pasukan Rusia ke Suriah dalam rangka dukungan pada rezim Presiden Suriah Bashar Assad, yang secara eksplisit bertujuan untuk memerangi ISIS dan kelompok ekstremis lainnya.

Aksi semacam ini memiliki maksud untuk mempertahankan kekuasaan Assad sekaligus menegaskan pengaruh Rusia di wilayah tersebut yang secara tidak langsung bertentangan dengan tujuan dan wilayah ISIS. Tak heran ketika ISIS-K menargetkan Rusia karena campur tangannya di Timur Tengah.

Pernyataan Presiden Vladimir Putin

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam sebagai serangan teroris yang “berdarah dan biadab” dan bersumpah untuk menghukum semua yang terlibat.

Presiden Putin menetapkan hari Minggu (24/3/2024) sebagai hari berkabung nasional untuk mengenang para korban penyerangan.

Putin menekankan sedang melakukan upaya lain dengan fokus pada pencegahan serangan lebih lanjut.

“Di Moskow dan Wilayah Moskow, di semua wilayah di negara ini, langkah-langkah anti-terorisme dan anti-sabotase tambahan telah diberlakukan. Hal utama saat ini adalah mencegah mereka yang berada di balik pertumpahan darah ini melakukan tindakan kejahatan baru,” tegasnya.

Ia bersumpah untuk menghukum semua konspirator di balik serangan Jumat malam, Putin mencatat bahwa, sejauh ini, 11 tersangka, termasuk empat pelaku yang terlibat langsung dalam penembakan tersebut, telah ditahan.

"Para penyerang tertangkap melarikan diri menuju Ukraina, di mana, menurut data awal, sebuah jendela untuk melintasi perbatasan telah disiapkan di sisi Ukraina,” tambahnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi

--- Iklan Sponsor ---