JATIMTIMES - Diet intermittent fasting atau diet puasa merupakan metode mengatur pola makan dengan menerapkan puasa makan selama waktu tertentu. Namun, kamu masih bisa minum seperti biasa.
Alih-alih menggunakan sebutan diet yang mengacu pada pembatasan atau pengurangan porsi makan, metode puasa ini cenderung lebih berfokus untuk mengatur pola dan kebiasaan makan.
Baca Juga : Awal Puasa Diperkirakan Berbeda, Bupati Sanusi Imbau Masyarakat Saling Menghormati
Diet ini lebih mengatur ke waktu sesuai dengan kesuakaanmu dan mengonsumsi makanan dan kapan harus berhenti.
Lantas apa saja manfaat diet intermittent dan apa saja risikonya pada tubuh? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa manfaat dan risikonya.
Manfaat Menjalani Diet Intermittent Fasting
Sebenarnya, puasa mempunyai banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Ini artinya, menjalankan diet intermittent fasting juga menawarkan banyak efek baik untuk tubuh. Dilansir dari berbagai sumber, berikut manfaat dari diet intermittent.
1. Mengubah fungsi hormon, gen, dan sel
Ketika berpuasa, terjadi peningkatan pada kadar hormon pertumbuhan sekaligus penurunan pada kadar insulin. Selain itu, sel tubuh juga mulai proses regenerasi dan perbaikan sekaligus mengubah gen yang mereka perlukan.
2. Menghilangkan lemak perut dan menurunkan berat badan
Diet intermittent fasting juga membantu kamu mengonsumsi kalori dalam jumlah yang lebih sedikit dan meningkatkan metabolisme meski dalam porsi yang kecil. Namun, tentunya hal ini memberikan efek positif untuk menghilangkan lemak pada perut dan penurunan berat badan.
3. Penurunan risiko diabetes tipe 2
Selain itu, metode diet ini juga membantu menurunkan gula darah pada pengidap diabetes sekaligus pengurangan kadar insulin. Ini berarti, diet puasa juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah dan risiko resistensi insulin, terlebih untuk pria.
4. Meningkatkan kerja otak
Kemudian, diet intermittent fasting yang dapat membantu meningkatkan kerja otak. Sebab, metode diet ini bisa mendukung terbentuknya saraf baru dan melindungi otak dari risiko kerusakan.
5. Memperbaiki kualitas tidur
Manfaat lain yang tidak boleh kamu lewatkan dari teknik diet ini adalah membantu memperbaiki kualitas tidur. Sebab, diet ini turut mengatur ritme sirkadian yang sangat penting dalam menentukan pola tidur. Ritme sirkadian yang teratur tentu membuat kamu dapat terbangun dan tidur lebih baik.
Risiko puasa intermittent
Meskipun puasa intermiten dapat memberikan manfaat, penting untuk diingat bahwa puasa intermiten bukanlah pilihan yang tepat untuk semua orang. Anda tidak perlu berpuasa untuk menjadi sehat dan bahagia.
Beberapa risiko dan efek samping yang mungkin terjadi dengan puasa intermiten meliputi:
- rasa lapar dan mengidam
- sakit kepala atau pusing
- perubahan suasana hati (mudah tersinggung, rewel)
- kelelahan/energi rendah
- dehidrasi
- sembelit
- sulit tidur
- bau mulut.
Dengan adanya risiko yang ada, penting untuk mengatahui cara mempraktikkan puasa intermittent. Hal itu berguna agar saat menjalankan puasa tersebut tidak menimbulkan penyakit dan justru mendapatkan hasil sesuai dengan keinginan.
Cara mempraktikkan puasa intermittent dengan aman
Ada beberapa metode puasa intermiten dan meskipun semuanya bisa efektif, tubuh kita mungkin bereaksi secara berbeda terhadap periode makan dan puasa tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jadwal mana yang paling cocok untuk Anda. Berikut ini adalah beberapa metode puasa intermiten yang populer:
Metode 16:8
Baca Juga : Antusias dan Senangnya Ratusan Anak Ikuti Festival Ramadan Kareem Aku Anak Saleh
Metode 16:8 mengharuskan Anda berpuasa selama 16 jam dalam semalam, menyisakan waktu 8 jam di siang hari untuk makan makanan secara normal. Beberapa orang memilih untuk melewatkan sarapan dan makan siang serta makan malam; yang lain memilih untuk makan sarapan dan makan siang dan melewatkan makan malam.
Metode 5:2
Metode 5:2 melibatkan puasa selama 24 jam dua kali seminggu dan makan secara normal selama sisa waktu dalam seminggu. Selama periode puasa, mereka membatasi asupan mereka hanya 500 - 600 kalori per hari. Dengan metode ini, penting juga untuk minum cairan yang cukup seperti air putih dan minuman tanpa kalori untuk membantu tubuh tetap terhidrasi dan menjaga tingkat energi.
Metode eat stop eat atau 'Puasa 24 jam'
Eat stop eat berarti tidak makan sama sekali selama satu atau dua hari berturut-turut dalam seminggu, dan makan secara normal di hari-hari lainnya. Penting untuk tetap terhidrasi dan memilih pilihan makanan yang sehat.
Puasa hari bergantian
Seperti namanya, metode ini melibatkan puasa setiap dua hari sekali. Pada hari puasa, air dan minuman tanpa pemanis diperbolehkan. Beberapa orang mungkin lebih suka memodifikasi metode ini dengan mengizinkan 500 kalori pada hari-hari puasa.
Penting untuk menentukan mengapa Anda ingin mencoba puasa intermiten, dan apa yang ingin Anda capai. Semua jenis puasa bisa berbahaya jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu atau memiliki kondisi medis tertentu. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui metode mana yang paling cocok untuk Anda.