JATIMTIMES - Kota Blitar dipenuhi dengan antusiasme yang tinggi seiring dengan mendekatnya Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2024 yang akan segera digelar. Dalam kurun waktu kurang dari 7 bulan, masyarakat mulai memperbincangkan sejumlah nama yang berpotensi untuk bertarung dalam Pilwali mendatang. Namun, dari sekian banyak nama yang mencuat, dua sosok yang paling menonjol adalah Santoso dan Syahrul Alim.
Santoso, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Blitar, telah dengan tegas menyatakan niatnya untuk kembali bertarung dalam Pilwali 2024. Dalam pernyataannya, politikus dari PDIP ini telah menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan kepemimpinannya selama lima tahun ke depan, jika mendapatkan rekomendasi dari partai politik.
Baca Juga : 4 Tokoh Teknologi Indonesia yang Mendunia, Ada Presiden RI
"Insyaallah siap kembali maju pada Pilkada 2024 jika mendapat rekomendasi dari parpol," ungkap Santoso.
Meskipun telah menyatakan kesiapannya, langkah Santoso masih tergantung pada rekomendasi dari partai politik serta respons dari masyarakat. "Ya kalau dikehendaki masyarakat Kota Blitar saya siap mencalonkan diri lagi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang," imbuhnya. Santoso juga menekankan bahwa keputusannya untuk maju kembali akan sangat dipengaruhi oleh dukungan dan aspirasi masyarakat Blitar.
Di sisi lain, ada juga Syahrul Alim, Ketua DPRD Kota Blitar yang juga berasal dari PDIP. Meskipun belum secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk maju sebagai Calon Wali Kota Blitar, Syahrul Alim mengakui bahwa keputusannya akan tergantung pada rekomendasi dari DPP partainya. "Saya masih menunggu keputusan dari DPP," ujarnya.
Hal ini menjadi menarik karena kedua tokoh tersebut berasal dari partai yang sama, yaitu PDIP. Pertanyaan pun muncul: apakah kedua tokoh tersebut akan bersaing untuk mendapatkan rekomendasi dari partai, ataukah salah satu dari mereka akan mencari peluang di partai lain untuk mewujudkan ambisinya menjadi Calon Wali Kota Blitar?
Kehadiran kedua tokoh politik ini menjadi pusat perbincangan hangat di kalangan masyarakat Blitar. Di satu sisi, terdapat pendukung setia Santoso yang berharap pemimpin mereka dapat melanjutkan program-program yang telah dijalankan. Di sisi lain, terdapat juga simpatisan Syahrul Alim yang berharap akan ada perubahan baru dalam kepemimpinan Kota Blitar.
Baca Juga : Panduan Lengkap Puasa Ramadhan: Tata Cara, Niat, dan Hal-Hal yang Membatalkannya
Dengan demikian, Pilwali 2024 Blitar diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara dua figur yang memiliki pengalaman dan kapasitas yang sama-sama mumpuni. Bagi masyarakat Blitar, pilihan antara Santoso dan Syahrul Alim tidak hanya sekadar menentukan siapa yang akan memimpin kota mereka, tetapi juga menentukan arah dan visi pembangunan ke depannya.