JATIMTIMES - Nama Ahmad Fuad Rahman, caleg milenial Dapil Malang Raya banyak diperbincangkan masyarakat. Alumnus UIN Maliki Malang ini siap melebarkan sayap di kancah politik nasional, dan optimis menjadi wakil rakyat di Senayan.
Pria yang akrab disapa Mas Fuad ini kerap terlihat menyapa masyarakat di beberapa titik Malang Raya. Sejak terpilih sebagai anggota DPRD Kota Malang, Fuad memang banyak melakoni aktivitas di luar kantor untuk melakukan advokasi.
Baca Juga : Sasar Gen Z, Bala Gibran Ajak Kalangan Milenial Bedah Program Unggulan
Aktivitasnya yang sering terjun mendampingi masyarakat memang bukan tanpa alasan. Semua bermula dari pengalamannya sejak masih meniti karir. Ketika menjadi mahasiswa, ia pun aktif dalam berbagai organisasi dan disibukkan dengan berbagai agenda.
"Niat saya dulu hanyalah belajar, dan prinsip saya sejak dulu harus bermanfaat untuk orang lain. Minimal yang ada di sekitar saya," cerita Mas Fuad kepada Jatimtimes.com.
Bermula dari kegiatannya yang kerap terjun langsung ke masyarakat sejak masih di lingkungan kampus itulah, Fuad belajar dan bertemu dengan hal-hal baru. Selain terpilih sebagai Ketua Kelas, Fuad juga banyak melakoni seminar dan kegiatan di kampus.
Fuad bahkan dipercaya sebagai Ketua KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) UIN hingga Ketua FoSSEI (Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam) Kota Malang. Dapat dibayangkan, betapa kesibukan yang dilakoni Fuad saat masih di dunia kampus.
Selain sibuk dengan organisasi kampus, Fuad juga melakoni aktivitas lain dan berbisnis. Usaha yang ia kerjakan ketika itu adalah bisnis rental bersama rekan kampusnya. Tak jarang pula ia menjadi driver untuk mengantarkan para pelanggan yang memanfaatkan jasa rentalnya.
"Karena saya yang bisa nyetir, kadang saya juga yang antar keperluan kegiatan teman-teman di kampus, yang penting semua berjalan," kenang Fuad.
Keuletannya untuk berbisnis memang sudah ia lakoni sejak muda. Tak mau hanya berdiam, sebelum berkuliah di Malang Fuad bahkan memilih berjualan baju second di pasar. Dengan dukungan penuh keluarga, Fuad kemudian melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Keuletannya berbuah manis, Fuad kemudian melakoni magang di salah satu unit kerja UIN Maliki Malang. Lantaran tekadnya, Fuad kemudian dipercaya menjadi tenaga kependidikan di UIN Maliki Malang. Berbagai kesibukan dilakoni dan membuatnya banyak bertemu dengan teman-teman baru.
Sibuk sebagai tenaga kependidikan, Mas Fuad sama sekali tak terfikir terjun ke dunia politik. Jalinan silaturahim yang dilakoni pun mempertemukannya dengan banyak tokoh politik, dan ia dilamar untuk maju sebagai caleg DPRD Kota Malang.
"Terjun ke dunia politik sama sekali tidak terfikir di saya pada awalnya. Saya dulu suka baca surat kabar dan berdiskusi dengan teman-teman. Lalu saat hendak pemilu saya dilamar untuk maju," terang Fuad.
Berbekal dari pengalaman dan ilmu leadership yang dimiliki, Fuad menyanggupi lamaran yang diberikan Partai Keadilan Sosial (PKS) itu. Dia pada akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Kota Malang Dapil Lowokwaru periode 2019 - 2024.
Sebagai politisi yang terbilang muda, menurutnya memang semua tidak bisa dilakukan secara instant. Semua aktivitas harus dikerjakan maksimal dan tidak main-main. Selain meniatkan diri mengabdi kepada masyarakat, dia pun selalu meminta doa restu dari orang-orang terdekat.
"Saya memohon restu orang tua, istri dan keluarga. Apa yang saya kerjakan semoga bermanfaat untuk masyarakat," tambah Fuad.
Baca Juga : Bawaslu Situbondo Kaji Izin Cuti Bupati Ikut Kampanye, Pengamat: Beresiko Jadi Boomerang
Ketika dipercaya duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Malang, pria kelahiran 13 Desember 1986 ini banyak terjun ke lapangan melakukan advokasi. Mulai dari wadulan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur telah ia terima.
"Alhamdulillah, yang bermasalah dengan ijazah kini berhasil masuk sekolah kepolisian. Di bidang kesehatan yang mengeluhkan operasi bisa dijalankan," cerita Fuad.
Kini, Fuad kembali meminta doa restu untuk maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Malang Raya Nomor Urut 8 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebagai pendatang baru, ia optimis bisa menjadi wakil rakyat di Senayan.
"Kita anak muda harus optimis. Saya optimis menjadi wakil rakyat. Dalam politik semua tidak bisa diprediksi. Anak muda harus optimis," kata Fuad.

Fuad optimis, pemilih saat ini sangatlah bijak. Sebagai caleg milenial, dia banyak berdiskusi dengan banyak calon pemilih yang kuga dari kalangan anak muda. Di mana rata-rata anak muda dan mayoritas pemilih sekarang memiliki optimisme tinggi.
"Itu sebabnya saya selalu mengajak agar masyarakat memilih calon yang memiliki portofolio bagus dan mereka kenal," imbuh Fuad.
Fuad pun berpesan kepada masyarakat, terutama pemilih pemula dan generasi milenial serta gen z untuk memanfaatkan hak suara mereka. Karena Indonesia merupakan negara demokratis, di mana suara yang dimiliki sangat menentukan nasib bangsa ke depannya.
"Satu suara itu sangat penting, maka pemilih silakan memberikan hak suaranya kepada calon calon yang tepat dan memiliki record bagus dan dikenal dan pernah membangun negeri," imbuhnya.
Fuad berkomitmen menjadi bagian penting pembangunan bangsa. Saat menjadi wakil rakyat, Fuad fokus melanjutkan advokasi untuk kesejahteraan dan pembangunan di masyarakat. Karena saat turun langsung ke masyarakat, Fuad mengaku mendapatkan banyak wadulan yang harus segera dituntaskan.
"Ini menjadi salah satu alasan saya juga maju sebagai wakil rakyat di Senayan. Niatan saya hanya memberi kemanfaatan untuk masyarakat. Saya memohon doa dan restu," imbuhnya.
Di masa kampanye ini, Fuad masih aktif menyerap aspirasi masyarakat. Selain itu juga bergerak bersilaturahim dengan ulama serta keluarga dan teman terdekat. "Ihtiar terus saya lakukan. Langkah ini sebagai bentuk ibadah saya. Karena ibadah salah satunya adalah menjadi manfaat. Man Jadda Wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil," pungkas Fuad.