JATIMTIMES - Masa paceklik merupakan masa yang berat. Di saat itu, kerap terjadi krisis makanan yang mengakibatkan kelaparan.
Kota Madinah pun sempat mengalami paceklik yang amat dahsyat. Pada masa itu, persediaan bahan makanan untuk selamat dari paceklik itu bergantung dari distribusi wilayah lain.
Baca Juga : Disuntik Semangat Ketum PSSI, Timnas Indonesia Ditarget Ini di Piala Asia Berikutnya
Dan satu waktu, dikabarkan sebuah kafilah besar milik Utsman bin Affan yang membawa bahan persediaan makanan akan segera tiba dari Persia dan Syam. Utsman bin Affan merupakan sosok yang dermawan.
Sebelum itu, banyak broker atau perantara yang merayu dan membujuk Utsman untuk menjual barang dagangannya kepada mereka. Salah seorang broker yang mencegat mereka berkata, "Kami siap membeli barang dagangan Anda dengan harga dua kali lipat.''
Utsman dengah tegas berkata kepada broker itu, ''Ada penawaran yang lebih tinggi dari itu."
Setelah pembeli pertama gagal membujuk Utsman, pembeli atau broker kedua datang dan kembali menawar. Pembeli kedua uni bahkan siap meningkatkan harga sampai dengan empat kali lipat.
Meski dengan harga yang cukup menggiurkan, Utsman tidak tergoda. Lagi-lagi Utsman dengan tegas menolak dan berkata, ''Ada penawaran yang lebih tinggi dari itu.''
Kemudian datanglah lagi seorang pembeli yang menawarkan harga paling tinggi. Harga yang ditawarkan pembeli ini mencapai 10 kali lipat. Meskipun begitu, Utsman lagi-lagi menolaknya.
Mereka pun bertanya-tanya bahwa tak ada lagi yang akan berani membeli barang dagangnya, "Siapa lagi yang berani membeli lebih tinggi dari tawaran yang kami sampaikan. Tak ada penjual lagi di Kota Madinah".
Baca Juga : Viral, Tim Kampanye Amin Sebut Anies Baswedan Dicintai Malaikat Jibril, Netizen: Jangan Bawa Agama
Utsman kemudian yakin dan berkata, ""Allah SWT memberikan tawaran 700 kali lipat,'' ujarnya.
Utsman bin Affan kemudian membagi-bagikan bahan makanan kepada mereka yang memang sangat membutuhkan, seperti masyarakat Madinah saat masa paceklik.
Utsman dengan ikhlas membagikan persediaan makanan tersebut dan tidak memikirkan keuntungan. Ia memberikan contoh bagaimana seharusnya tindakan yang dilakukan seorang pengusaha ketika ada masyarakat yang membutuhkan.
Hingga kemudian, Allah SWT menunjukkan kuasanya. Kegigihan Utsman yang tak terpengaruh dengan tawaran harga tinggi dan mementingkan untuk membantu penduduk Madinah diberikan ganjaran oleh Allah SWT dengan 700 kali lipat.
Keyakinan Utsman akan Allah yang melipatgandakan sedekahnya 700 kali lipat kemudian terdapat dalam firman Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al Baqarah 261, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui."