JATIMTIMES - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,5 melanda Jepang tengah pada Senin (1/1/2024) sore waktu setempat. Akibat dari gempa dahsyat tersebut ratusan bangunan runtuh, memicu kebakaran hingga peringatan tsunami sampai ke Rusia bagian timur. Sehingga mendorong perintah untuk memberi peringatan penduduk agar mengungsi dari wilayah pesisir Jepang yang terdampak.
Melansir CNNInternational, Selasa (2/1/2024), update terbaru menurut pihak berwenang di prefektur Ishikawa, korban gempa Jepang dilaporkan empat orang tewas dan dua lainnya luka parah.
Baca Juga : Polisi Buru Begal di Sawojajar, Ciri-ciri Telah Dikantongi
Gempa terjadi pada pukul 16.10 waktu setempat dengan kedalaman 10 kilometer (6 mil) di Semenanjung Noto di prefektur Ishikawa, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Badan Meteorologi Jepang segera mengeluarkan peringatan tsunami di sepanjang wilayah pesisir Jepang bagian barat. Sementara gelombang pertama dilaporkan menghantam pantai sekitar 10 menit kemudian usai gempa.
Beberapa laporan pertama datang dari kota Wajima di prefektur Ishikawa. Warga menyaksikan gelombang tsunami setinggi sekitar 1,2 meter (3,9 kaki) sekitar pukul 16:21, menurut lembaga penyiaran publik Jepang NHK. Tidak ada kerusakan langsung yang dilaporkan akibat tsunami tersebut.
Kementerian Pertahanan mengirimkan 1.000 personel militer untuk membantu upaya penyelamatan dan pemulihan, kata Menteri Pertahanan Minoru Kihara.
Baca Juga : Realisasi Penambahan Relasi KA Banyuwangi–Jakarta PP, Tunggu Jawaban Kantor Pusat PT KAI
Pejabat kota Suzu di Ishikawa mengatakan bahwa bangunan-bangunan telah rusak dan ada laporan korban luka. Polisi di kota tersebut mengatakan beberapa orang terjebak di rumah yang rusak, menurut NHK.
Pejabat rumah sakit di Suzu mengatakan mereka menerima orang-orang yang terluka, dan menambahkan bahwa beberapa dokter tidak dapat bekerja karena jalan rusak, seperti dilaporkan oleh NHK.