Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Kejari Gresik Tetapkan Kadiskoperindag Gresik jadi Tersangka Penyimpangan Dana Hibah UMKM

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Nov - 2023, 20:15

Placeholder
Kajari Gresik Nana Riana saat menyampaikan penetapan tersangka Kadiskoperindag Gresik dan Direktur CV Alam Sejahtera Abadi, Selasa (28/11/2023).

JATIMTIMES - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Jawa Timur, menetapkan dua orang tersangka dugaan korupsi dan hibah UMKM. Diantaranya, Kadiskoperindag Gresik Malahatul Fardah dan seorang penyedia barang Ryan Fibrianto selaku Direktur CV Alam Sejahtera Abadi.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah tim penyidik memiliki dua alat bukti yang cukup. Hasil penyidikan, kedua tersangka diduga terlibat melakukan sejumlah penyimpangan melawan hukum pada proses pembelian dan pendistribusian barang kepada pelaku umkm. 

Baca Juga : Serahkan Insentif Guru Ngaji dan Dana Hibah, Ini Pesan Bupati Jember

Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Nana Riana menjelaskan, anggaran hibah dana UMKM tahun anggaran 2022 terdapat Rp 19 miliar diperuntukkan untuk 782 pelaku UMKM calon penerima hibah. Namun, realisasi dari anggaran tersebut hanya Rp 17 miliar, untuk 774 pelaku umkm. 

Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk membeli barang hibah melalui sistem e-katalog. Dalam pelaksanaannya, Diskoperindag menunjuk 12 pihak penyedia barang. Setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 340 kelompok usaha mikro, 172 diantaranya ditangani oleh dua penyedia, yakni CV Alam Sejahtera Abadi dan CV Ratu Abadi.

"Total nilai belanja dari kedua penyedia sebesar Rp 3 miliar. Hasil penghitungan penyidik ada kerugian senilai Rp 960 juta," ujar Nana Riana saat press release di Kantor Kejaksaan Negeri Gresik, Selasa (28/11/2023).

Nana Riana menyebut, penetapan kedua tersangka diduga telah melakukan penyimpangan. Diantaranya, barang yang diterima penerima tidak sesuai dengan proposal, sehingga tidak bisa digunakan.

Kemudian, barang yang diterima pelaku UMKM tidak sesuai dengan spesifikasi. Selanjutnya, barang yang diterima pelaku UMKM tidak sesuai kuantitas. Terakhir, yang diterima pelaku UMKM dalam bentuk uang, padahal tidak dianjurkan dalam aturan.

"Terkait 10 penyedia lainnya akan terus kami tindaklanjuti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Yang pasti kita selesaikan secara bertahap," pungkasnya.

Baca Juga : Lolos 5 Besar Lomba Sinergitas Kinerja  Kecamatan Se-Jatim 2023, 33 Inovasi Dipamerkan Kecamatan Junrejo

Sementara Kasi Pidsus Alifin N Wanda menambahkan, kerugian negara yang sebelumnya sudah disampaikan sebesar Rp 1,7 miliar merupakan hasil akumulasi dari 12 penyedia barang.

Alifin menyatakan, proses pemeriksaan 10 penyedia yang lain dilakukan secara bertahap. Karena, selain keterbatasan tim juga untuk memfokuskan proses penyidikan. Yang jelas, semua penyedia akan dilakukan pemeriksaan. 

"Kami lakukan bertahap dua penyedia dulu biar fokus, yang lain nunggu giliran selanjutnya," imbuh Alifin.

Alifin menyebutkan, tersangka Ryan Fibrianto atau RF merupakan Direktur CV Alam Sejahtera Abadi, namun dia juga yang mengendalikan CV Ratu Abadi. "Penyedia satunya hanya pakai nama saja, tapi yang mengendalikan tersangka RF," pungkasnya.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Korupsi diskopindag gresik gresik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Sri Kurnia Mahiruni