Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Politik

Rangkuman Pernyataan Megawati yang Diduga Sindir Keras Jokowi

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

28 - Nov - 2023, 12:44

Placeholder
Momen Megawati Soekarnoputri diduga menyindir Jokowi. (Foto: X)

JATIMTIMES - Belakangan ini nama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tengah menjadi sorotan publik. Hal itu terjadi setelah Megawati membuat pernyataan yang seolah menyindir Presiden Jokowi saat menghadiri Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud di Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023). 

Hingga Selasa (28/11/2023) siang, kata kunci "Megawati Soekarnoputri" masih menjadi trending dalam penelusuran Google. Banyak yang mencari tahu dugaan sindiran Megawati kepada Jokowi itu.

Baca Juga : Ahli Hukum Desak Jokowi Nonaktifkan Wamenkumham Layaknya Firli Bahuri

Berikut ini JatimTimes rangkum pernyataan Megawati yang diduga sindir Jokowi, melansir dari berbagai sumber: 

 1. Sindir kekuasaan Jokowi dinilai mirip orde baru

Dalam pernyataannya, Megawati menyebut pemimpin yang baru berkuasa bertindak seperti zaman Orde Baru. Dia juga menyentil bahwa Republik Indonesia ini sudah banyak pengorbanan. 

"Mestinya Ibu (menceritakan dirinya sendiri) nggak boleh ngomong gitu, tapi sudah jengkel. Tahu nggak, kenapa? Republik ini penuh dengan pengorbanan, tahu tidak? Kenapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti zaman Orde Baru?" ujar Megawati. 

2. Megawati mengaku tak dihormati

Dalam pernyataan lainnya, Megawati juga mengaku tidak dihormati. Padahal dirinya adalah Ketum PDIP dan pernah menjabat sebagai Presiden ke-5 RI. Dia bahkan menyatakan siap untuk bersaing. 

Pernyataan Megawati itu seolah-olah ingin menunjukkan jika Jokowi diduga tidak menghormatinya. Sebab kini keluarganya dan pro Jokowi mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

"Kadang-kadang ya, kadang-kadang apa ya, saya manusia juga dong. Tetapi bayangkan, kok saya tidak seperti dihormati ya. Lho, kenapa? Lho saya jelek-jelek pernah presiden lho, dan masih diakui dengan nama Presiden ke-5 Republik Indonesia lho," jelasnya. 

"Saya tentu tidak, apa, nurani saya ya terbuka dong, lho ini gimana sih? Maunya apa sih? Mari kalau mau bersaing," sambung Megawati. 

3. Sentil soal batas waktu memimpin

Baca Juga : Tanggapan Babeh Aldo Soal Pernyataan Tokoh Adat Sulut: Provokator Manguni Harusnya Ditangkap

Megawati juga seolah menyentil Jokowi soal keinginan masa kepemimpinannya tiga periode. Isu tersebut awalnya diembuskan oleh Adian Napitupulu meski pada akhirnya dibantah oleh Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini. 

Sementara di luaran, muncul teori bahwa Jokowi kemudian mengutus Gibran untuk jadi Cawapres Prabowo agar bisa "melanggengkan" kekuasaannya. Hal ini juga disinggung Megawati tentang seorang pemimpin yang ada batas waktu (dalam memimpin). 

"Dulu, Reformasi itu apa sih? Kan mengubah, mengubah jabatan seorang pemimpin supaya ada batas waktu. Ya sudah, itu bagian dari amandemen dan itu bagian yang diputuskan. Ya sudah lah, aturan itu mbok diikuti, jangan dilanggar-langgar," ujar Megawati. 

4. Ungkap adanya pelanggaran hingga maling

Megawati juga menyinggung masalah pelanggaran dan maling. Tidak dijelaskan pula siapa yang disebut maling. Akan tetapi, netizen di media sosial menduga maling itu disebut lantaran banyaknya pendukung Jokowi yang kini beralih mendukung paslon Prabowo dan Gibran.

"Tapi kalian juga jangan melanggar, iya nanti giliran semprit [heboh], tapi kalian juga maling, aduh," kata Megawati.

Demikian beberapa dugaan sindiran Megawati kepada Jokowi yang viral diperbincangkan berbagai warganet. 


Topik

Politik Megawati Soekarnoputri Jokowi sindiran maling



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri