JATIMTIMES - Momen yang ditunggu-tunggu dari rangkaian acara Lomba dan Pameran Karya Siswa 2023 telah tiba. Satu persatu nama para juara dibacakan. Tak terkecuali nama Stand MKKS SMP Negeri yang memperoleh predikat sebagai juara pertama stand terbaik pada Lomba dan Pameran Karya Siswa 2023.
Lantas apa saja yang ada di stand MKKS SMP Negeri?
Baca Juga : Paduan Suara Anti Bullying SMPN 4 Kepanjen Meriahkan Pameran Karya Inovasi Guru dan Siswa
Stand-stand MKKS SMP Negeri berisi 12 sekolah negeri yang dibagi menjadi 2 stand yang masing-masing menampilkan hasil kreasi para siswa. Berderet macam-macam inovasi siswa mulai dari pakaian, hasil olahan barang bekas, hingga kreasi makanan.
Salah satu dari sekolah yang menjadi bagian dari stand MKKS SMPN adalah SMP Negeri 1 Kepanjen.
"Kami pure menampilkan hasil karya para siswa siswi kemarin pada saat pelaksanaan P5" ujar Evi Nurul Qomariyah perwakilan SMPN 1 Kepanjen yang sedang berjaga di stand.
SMPN 1 Kepanjen menampilkan karya-karya siswa berupa kerajinan batik dan kreasi kain yang sangat cantik dengan warna yang sangat kaya.
Membuat batik menjadi salah satu bentuk kegiatan P5 yang dijalankan oleh SMPN 1 Kepanjen. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkab menimbang bahwa batik merupakan warisan dunia asal Indonesia yang perlu dilestarikan.
"Karena sekarang batik merupakan salah satu warisan Unesco jadi kami akhirnya memutuskan semua siswa membuat batik", tambah Evi.
Baca Juga : Rilis Single Perdana, Gadis Belia Asal Malang Unjuk Gigi di Dunia Tarik Suara
Selain karya yang ditampilkan pada kesempatan kali ini yaitu batik, ada pula karya siswa yang tak kalah mengesankan pula yaitu tampilan musik tradisional, seni tari, dan karya batik dalam bentuk pakaian serta tas.
Ia juga menambahkan bahwa era digital ini penting untuk menyebarkan kesadaran dalam menjaga warisan budaya tradisional.
"Di tengah stereotip jaman sekarang, dimana anak jaman sekarang yang banyak negatifnya, sebenernya kalau betul-betul dibina menjad generasi yang kreatif dan mereka tetap tulang punggung kita untuk melestarikan budaya lokal" tegas Evi.