Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Songsong Indonesia Emas, Pj Wali Kota Malang Target Stunting Turun di Bawah 5%

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

15 - Nov - 2023, 13:40

Placeholder
Pj Wali Kota Malang saat menyalurkna bantuan dalam rangka menekan angka stunting.(Foto: Prokopim Kota Malang).

JATIMTIMES - Penanganan stunting di Kota Malang secara konsisten menunjukan trend positif selama 4 tahun terakhir. 

Hal tersebut ditunjukan dengan penurunan angka prevalensi stunting di Kota Malang sejak 2020 hingga 2023. Begitu juga 2024 mendatang, angka prevalensi stunting juga ditarget terus menurun.

Baca Juga : Pj Wali Kota Malang Bakal Beri Sentuhan Digital Agar Pelayanan Publik Lebih Optimal

Berdasarkan data yang diterima JatimTIMES, pada 2020 lalu anga prevalensi stunting di Kota Malang sebesar 14,53 persen. 

Angka itu turun di 2021 menjadi 9,41 persen. Sementara di tahun 2022 menjadi 9,09 persen. Pada 2023 menjadi 8,9 persen. Sementara 2024, angka stunting di Kota Malang ditarget turun hingga di bawah 5 persen. 

"Di tahun 2023 ini kita di angka 9,09 persen mendekati akhir tahun kita sudah menjadi 8,9 persen. Ini menjadi salah satu bukti bahwa program yang sudah kita rencanakan dan programkan untuk terus menekan stunting di Kota Malang. Target saya karena ini bahan evaluasi saya dalam menjalankan amanah sebagai Pj saya harapkan di 2024 bisa di bawah 5 bahkan bisa mendekati zero," terang Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Untuk menuju target itu, Wahyu menyebut telah menyusun sejumlah instrumen dengan mengorkestrasi seluruh perangkat daerah dalam menyusun program penanganan stunting. Baik bagi organisasi perangkat daerah (OPD), Camat hingga Lurah di masing-masing wilayah. 

"Contoh Dinas Kesehatan sudah ada porgram sesuai tusi (tugas dan fungsi) nya, lalu dinas PU juga ada tusi nya terkait sanitasi. Nah sinkronisasi inilah yang nantinya akan kita arahakan agar penekanan stuniting bisa lebih cepat," jelas Wahyu. 

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat didampingi Kepala Dinsos-P3AP3KB memberikan arahan.(Foto: Prokopim Kota Malang).

Jika dirinci, ada sejumlah OPD yang memilki program secara langsung dalam menekan upaya stunting. Seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan penanganan balita gizi buruk, penyediaan tambahan asupan gizi, imunisasi dasar lengkap dan pemberian tablet anemia bagi remaja, ibu hamil serta ibu menyusui.

Kemudian Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindunan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) juga memiliki sejumlah program. Yakni bantuan sosial, bantuan pangan, pelayanan KB pasca persalinan dan Sekolah Kartini untuk penguatan pengetahuan parenting. 

Sementara untuk Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) concern melalui pemenuhan akses sanitasi yang memadai, akses air bersih hingga penanganan rumah tak layak huni. Lalu Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan terus mengkampanyekan edukasi seputar pencegahan stunting.  

Baca Juga : Diskominfo Kota Malang Kuatkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

 

Selanjutnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) terus menggencarkan urban farming dan perikanan perkotaan. Tujuannya untuk mendukung pemenuhan gizi bagi masyarakat dan anak-anak. Sementara bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dilakukan dengan memberikan pelatihan pengasuhan hingga stimulasi penanganan stunting. 

"Kami juga akan memberi kewenangan kepada camat dan lurah untuk menekan stunting. Jadi saya tinggal melihat bagaimana penurunan stunting di kelurahan kecamatan. Karena itu saya harapkan lurah dan camat harus bisa melihat stunting di wilayahnya masing-masing by name by address. Terkait dengan proresnya, camat dann lurah saya akan dievaluasi tiap bulan," tutur Wahyu. 

Selain itu menurutnya, berbagai program yang telah berjalan dan terus dimatangkan tersebut juga sejalan dengan upaya serupa oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Pemerintah Pusat. Terlebih dalam rangka menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang. Dimana menurutnya, selain pendidikan yang disiapkan, kondisi gizi masyarakat Indonesia juga tak boleh lepas dari perhatian. 

"Menuju Indonesia Emas di 2045, kondisi masyarakat indonesia harus disiapkan secara baik dari kondisi gizi dan pendidikanya. Tentu hal itu maka di tahun ini salah satu program utama harus ada penekanan angka stunting. Jika tahun ini sudah ada peningkatan gizi maka di tahun 2045, tahun Indonesia Emas besok jelas bahwa kualitas sumber daya masyarakat rakyat Indonesia semakin baik. Dan ini ada korelasinya antara nasional dan Pemkot Malang sendiri," pungkas Wahyu. 


Topik

Pemerintahan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana