JATIMTIMES - Aksi vandalisme terjadi di Gua Hira, Arab Saudi. Dalam aksinya, pelaku mencorat coret gua tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Diduga, aksi itu dilakukan oleh jamaah asal Indonesia.
Informasi pertama mengenai aksi vandalisme di Gua Hira itu dimuat oleh akun Youtube Habib Husein Jafar Al Hadar @Jeda Nulis, video itu kemudian viral dan diunggah ulang oleh beberapa media salah satunya ada akun Instagram @viralsekali.
Baca Juga : Dua Hari Pemkot Batu Bersama Pertamina Gelontor 2.590 Tabung Elpiji 3 Kg di Wilayah Kelangkaan
Dalam awal video, Habib Jafar memuji keindahan pemandangan di sekitar Gua Hira. Gua itu, kata Habib Jafat, telah diindahkan Nabi Muhammad SAW secara spritual dengan uzlah (mengasingkan diri) di sana.
Lalu, video berlanjut dengan terlihatnya coretan di dinding gua. Saat di dekati, ada sebuah tulisan Depok dan Rojali di Gua Hira itu.
Habib Ja'far sangat menyayangkan adanya coretan-coretan itu. Mirisnya lagi, aksi itu diduga dilakukan oleh para jamaah yang berasal dari Indonesia.
"Di antara yang saya sayangkan di bebatuan jalur pendakian ke Gua Hira adalah vandalisme orang corat-coret nggak jelas di sini," kata Habib Ja'far, dikutip Rabu (26/7/2023).
"Kadang cuma nama dia, kemudian love dengan nama istrinya atau kekasihnya dan beberapa pelaku vandalisme jelas orang Indonesia karena liat tuh namanya Rojali, Andriani, Miftah, dan Depok dong," tambahnya.
Tak hanya coretan, dalam video itu juga terlihat tumpukan sampah di sekitar Gua Hira itu.
Gua itu, kata Habib Jafat, telah diindahkan Nabi Muhammad SAW secara spritual dengan uzlah (mengasingkan diri) di sana.
"Sedangkan kita yang mengaku umat Islam telah mengotori dengan sampah," tutur Habib Jafar sambil mengarahkan kamera ke tumpukan sampah di sekitar Gua Hira.
Habib Jafar mengecam orang yang mendaki ke Gua Hira, yang menjadi puncak spiritualitas Nabi Muhammad SAW, namun tidak menjaga kebersihan.
"Dengan tidak membuang sampah sembarangan dan juga melakukan praktik vandalisme ini penuh paradoks, anomali," ujarnya.
Sejak diunggah pada Kamis (20/7) hingga Rabu (26/7), video berdurasi 16 menit 55 detik itu sudah ribuan kali ditonton.
Video itu juga menarik komentar warganet atas aksi tidak bertanggungjawab itu. Kecaman demi kecaman terlihat membanjiri video yang memperlihatkan aksi vandalisme itu.
Baca Juga : Antisipasi Konvoi Perguruan Silat saat Suroan, Polresta Malang Kota Lakukan Pengamanan dan Penyekatan
"Bukannya menjadi haji mabrur malah, norak dn ngawur," tulis @yudi**.
"Sangat memalukan," tulis @glad***.
"Norak bat, dtg kesana bukannya ibadah malah ngotorin ya, salam pak bapak, biar ape Lo nulis begitu?," tulis @arin***.
Terkait video viral vandalisme Gua Hira itu, salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Lukmanul Hakim, turut menyayangkan aksi tersebut.
Ia berharap aksi yang tidak elok itu tidak terulang pada masa mendatang.
“Imbauannya kepada masyarakat, itu lagi ibadah jangan dibawa-bawa dengan gaya vandalnyalah, tapi tentu kita berharap itu tidak terjadi kembali,” ujar Lukman saat diwawancara di kantor MUI Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2023).
Tak hanya itu saja, Lukman juga mengimbau kepada para pelaku vandalisme itu untuk segera bertaubat.
“Yang sudah melakukan itu bertobatlah, karena itu gak bagus, sangat tidak baik. Kita juga menyayangkan terjadinya vandalisme di Gua Hira itu,” ucapnya.
Lukman juga berharap kepada para ustaz dan para pembimbing haji untuk selalu mengingatkan kepada jamaah haji Indonesia agar ke depannya tidak melakukan aksi vandalisme seperti itu lagi.
“Majelis Ulama sangat menyayangkan kejadian itu, harapannya itu tidak terulang kembali, dan disosialisasikan para asatidz, para ulama, juga para pembimbing haji, itu tempat suci lah, jangan disamakan dengan yang di kolong jembatan. Jangan dong, sedih banget dengarnya juga ya,” katanya.