JATIMTIMES - Pembangunan Stadion Kanjuruhan segera terealisasi. Agenda pembangunannya bakal dimulai pada pertengahan Agustus 2023. Pedagang yang berada di kawasan Stadion Kanjuruhan pun diminta bersiap-siap boyongan karena batas waktu relokasi pada 10 Agustus mendatang.
Agenda soal relokasi pedagang di Stadion Kanjuruhan tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang, Senin (17/7/2023). "Kami sudah mengusulkan ke Pemerintah Kabupaten Malang berkaitan dengan relokasi pedagang," katanya.
Baca Juga : Cedera Saat Pertandingan Piala AFF 2023, 2 Pemain Timnas Putri U-19 Dijamin BPJS Ketenagakerjaan
Terkait relokasi kios pedagang Stadion Kanjuruhan tersebut, pihak dan dinas terkait telah melakukan pertemuan dengan penyewa kios Stadion Kanjuruhan pada Senin (17/7/2023). Dari pantauan media online ini di lokasi, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2,5 jam secara tertutup tersebut, satu di antaranya juga membahas soal realisasi renovasi Stadion Kanjuruhan. "Karena memang rencana pembangunan ini (Stadion Kanjuruhan) menggunakan standart FIFA," sebutnya.
Sesuai standar FIFA, dijelaskan Firmando, tidak diperbolehkan ada pedagang yang berjualan di sekeliling Stadion sepak bola. Atas pertimbangan itulah, para pedagang kios Stadion Kanjuruhan akan segera direlokasi.
"Standart FIFA itu tidak ada pedagang di sekeliling stadion. Sehingga mereka harus dicarikan tempat di luar radius ring yang harus steril dari para pedagang sesuai dengan standar FIFA," imbuhnya.
Rencananya, tempat relokasi kios pedagang tersebut bakal disediakan di belakang sebelah timur dari Stadion Kanjuruhan. "Kita mencoba mencarikan tempat yang ada alternatif di belakang. Sehingga kita mencarikan alternatif yang di sebelah belakang di timur, karena di timur itu ada lahan 2 ribu (meter persegi) walaupun sekarang posisinya agak di bawah," terangnya.
Sekedar informasi, saat ini ada 75 kios pedagang. Dari jumlah tersebut, yang telah terisi ada 54 kios. "Jadi masalah permanen (atau tidak, red) itu adalah (termasuk dalam) bagian nantinya. Tapi yang jelas kami tidak serta merta minta pedagang untuk keluar dari Kanjuruhan. Kita akan berusaha menempatkan mereka di luar ring pembangunan stadion, termasuk nanti pada waktu stadion sudah jadi," ungkapnya.
Secara tersirat, Firmando menyebut proses relokasi ditekankan untuk segera dilakukan oleh para pedagang. Sebab dalam pertengahan Agustus 2023, proses pembangunan Stadion Kanjuruhan akan direalisasikan.
Baca Juga : Pemkot Malang Masih Cari Solusi Buat Pasar Blimbing, Sutiaji: Bisa Diakuisisi Investor Lain
"Tentunya kita tidak memberikan batasan. Tapi pembangunan ini di minggu kedua bulan Agustus (2023) sudah akan di mulai. Sebelum pelaksanaan pembangunan, ini (Stadion Kanjuruhan) harus steril," tegasnya.
Terkait proses relokasi, Firmando mengaku masih membahas teknisnya bersama Bupati Malang HM Sanusi. "Sedangkan bagaimana prosesnya, karena ini waktunya juga mepet, apakah nanti di cover oleh Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang atau secara swadaya, kami sedang mengusulkan kepada Pak Bupati," ujarnya.
Selain berkomunikasi dengan pemimpin daerah, Firmando mengaku juga sedang melakukan penjajakan untuk melibatkan pihak ketiga. "Kita usulkan ke Bapak Bupati. Alternatifnya itu tadi, atau kita mencoba kalau waktunya memadai pakai alternatif selanjutnya. Kita mengusulkan kepada pengusaha atau pun perbankan atau stake holder yang berkenan pembangunan relokasi sementara bagi pedagang, khususnya ruko di stadion," pungkasnya.