JATIMTIMES - Memiliki ciri khas motif batik tribal, benda tajam karya Sutarjo, pandai besi asal Dusun Kandang, Desa Olean Kabupaten Situbondo, berhasil memikat pembeli dari Benua Eropa.
Berbekal ketekunan menjadi pandai besi (Jawa: pande) sejak tahun 1990, Sutarjo atau yang akrab disapa Jojo ini mampu membuat aneka benda tajam berkualitas dan bernilai seni tinggi.
Baca Juga : Komunitas Law Debat UIN Malik Malang Jadi Runner-Up Ajang Debat Konstitusi Nasional Dekan Cup 2023
Saat dikonfirmasi, Jojo mengatakan keahlian yang dia miliki merupakan didikan dan tempaan langsung dari mendiang ayahnya sendiri bahkan sejak dia masih bersekolah.
"Sejak ayah meninggal, saya yang meneruskan, karena usaha warisan turun menurun keluarga saya, maka harus tetap dijaga keberlangsungannya," ungkapnya kepada Jatim Times, Minggu (16/7/2023) di rumahnya, Dusun Kandang, Olean Kabupaten Situbondo.
Lebih lanjut, Jojo menjelaskan karyanya dipasarkan melalui beberapa media sosial yaitu Facebook dan YouTube dengan nama Zibond Blade Maker. Melalui taktik pemasaran tersebut dirinya mampu mendapatkan banyak pesanan.
Bahkan Jojo mengungkapkan harus menyelesaikan beberapa pesanan yang bentuknya klasik minimalis tentunya dengan motif batik tribal pada pedang dan pisau sangkur yang dia buat.
"Pelanggan tertarik hingga akhirnya beli karena lihat postingan saya di Facebook dan di YouTube," ujar pria 45 tahun itu.
Kesetiaan terhadap profesi yang sudah langka dan menjadi hobi ini berbuah manis. Pasalnya sejak 5 tahun terakhir hasil karyanya berupa aneka bentuk mulai dari peralatan pertanian, perkebunan, dapur seperti sendok, garpu, pisau dan pedang klasik dengan dikelilingi hias batik dan kotak minimalis sudah bisa dijual dan tembus ke pasaran benua Eropa.
Beberapa negara yang menjadi langganan karya benda tajam Jojo saat ini adalah Amerika, Rusia, Philipina, India, Belgia, Belanda, dan negara Eropa lainnya. Kalau di Indonesia sendiri sudah hampir semua provinsi membeli barang dari buatan pandai besinya.
"Dalam waktu dekat di Situbondo ini akan ada latihan TNI gabungan antar negara, biasanya ini ramai tentara tentara eropa yang pesan hasil pandai besi saya, dan yang dipesan rata-rata pedang, sangkur yang bentuknya klasik dan minimalis," tuturnya.
Baca Juga : Akhir Libur Sekolah, Wisata Beach Forest Situbondo Padat Wisatawan
Dalam proses pembuatannya, Jojo masih mempertahankan proses dengan peralatan tradisional seperti pandai besi pada umumnya. Bahan baku besi ditempa dengan alat-alat yang masih sederhana bersama satu pekerja yang membantunya.
Jojo sengaja membubuhkan motif batik tribal dengan khas santri pada hasil karyanya. Karena selain menjadi ciri khas Situbondo juga Indonesia, dan karyanya ini juga menambah kesan klasik dan ciri khas sendiri pada barang buatannya.
"Ini yang sudah kita kerjakan dan sudah jadi," ujarnya sembari menunjukan karyanya dua pedang dengan motif batik tribal.
Untuk memenuhi para pemesanan tersebut, setiap minggunya Kang Jojo harus menghasilkan puluhan buah peralatan dengan berbagai bentuk yang sudah dipesan oleh pelanggan.
"Omsetnya tidak menentu, kalau keuntungan bersih, perbulannya sekitar 4,5 juta rupiah itu kalau sepi," pungkasnya.