JATIMTIMES - Tak hanya membagikan ratusan paket santunan berisi sembako, rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga meninjau beberapa rumah warga yang tidak layak huni saat Sambang Dusun Terpencil yang ada di Kecamatan Wajak dan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Selasa (4/4/2023).
Salah satu rumah warga yang ditinjau langsung oleh Bupati Malang, HM Sanusi bersama Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto dan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, adalah kediaman Sayid beserta keluarga kecilnya yang berlokasi di Dusun Sumberdewo, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Sambang Dusun Terpencil di Wajak dan Poncokusumo, Bupati Sanusi Penuhi Kebutuhan Sembako Selama Ramadan

"Akan segera kami tindaklanjuti, nantinya rumah ini (kediaman Sayid) akan masuk dalam prioritas program bedah rumah di Pemkab Malang," kata Bupati Malang.
Dalam peninjauannya, seluruh sudut rumah Sayid beserta keluarga tidak luput dari pantauan Bupati Malang. Dari depan, pintu masuk dan rumah bagian depan terlihat hanya tertutupi dengan papan triplek.
Di bagian ventilasi yang ada di atas rumah, terlihat hanya tertutup menggunakan potongan bambu yang tersusun tak beraturan. Sebab, banyak potongan bambu yang sudah rapuh sehingga tidak menutup bagian atas rumah tersebut.
Pada bagian atap, kediaman Sayid terlihat tidak tertutup dengan genting seperti kebanyakan rumah pada umumnya. Namun hanya tertutup dengan atap yang terbuat dari asbes alakadarnya.
Ketika masuk ke dalam rumah, tak ada plafon yang menutupi debu yang masuk dari sela-sela atap rumah. Kondisi lantai rumahnya nyaris tak jauh berbeda dengan halaman rumah yang hanya beralaskan tanah. Sebab, di bagian ruang tamu hanya dilapisi dengan semen cor tipis yang masih berwarna abu-abu.
Ketika senja menyapa, Sayid beserta keluarganya harus berselimutkan dinginnya angin malam yang bebas masuk ke dalam rumahnya. Kondisi tersebut dikarenakan dinding rumahnya hanya terbuat dari gedek alias anyaman bambu dengan penuh rongga.
Tak ada sofa untuk duduk bagi menjamu tamu, yang ada hanya dipan beralaskan karpet seadanya. Sekat antar ruangan juga tak dilengkapi pintu, melainkan hanya selambu.
Melihat kondisi itu, Bupati Malang yang saat itu meninjau kediaman Sayid berjanji akan segera merenovasi melalui program bedah rumah. "Camat melalui kepala desa saya instruksikan untuk segera melakukan pendataan. Sehingga dinas terkait bisa segera melakukan bedah rumah, secepatnya," ujar Bupati Malang.
Baca Juga : Serahkan Sertifikat Tanah untuk Masyarakat 2 Desa di Garum, Bupati Mak Rini Ingatkan Tertib Bayar PBB
Sebelum berpamitan, pejabat publik nomor satu di jajaran Pemkab Malang ini juga memberikan bantuan berupa santunan berisi sembako kepada Sayid beserta keluarga. Terlihat guratan senyum bahagia di pipi Sayid beserta istri saat menerima santunan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto berpesan kepada Sayid untuk segera menyerahkan berkas kependudukan agar program bedah rumah di kediamannya segera direalisasikan.
"Bapak, KTP dan KK segera disiapkan untuk diserahkan ke Kades (Kepala Desa) nggih (ya). Agar bedah rumah bisa dilakukan secepatnya," tukasnya.
Sebagaimana yang telah diberitakan, Selasa (4/4/2023) Pemkab Malang kembali melaksanakan agenda Sambang Dusun Terpencil di Kabupaten Malang. Sasaran kali ini adalah beberapa dusun yang ada di Kecamatan Wajak dan Poncokusumo.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan yang dipimpin oleh Bupati Malang ini juga menyerahkan ratusan paket santunan berisi sembako. Bantuan berupa beras 20 kilogram, mi instan, minyak goreng, kecap dan gula tersebut juga bersumber dari beberapa pihak terkait. Diantaranya adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Malang.