JATIMTIMES - Upaya menahan ikan gurami yang siap panen sambil menunggu harga naik, rupanya sulit dilakukan di Tulungagung. Pasalnya, selain harga pakan naik, para pembudidaya rupanya juga punya tanggungan di bank atau di koperasi untuk modal.
"Bagaimana bisa kuat menahan untuk tidak jual, tagihan juga sudah jatuh tempo," kata Ani (34) ibu rumah tangga di Sumbergempol yang juga pembudidaya ikan gurami.
Baca Juga : Dorong Pelaku Usaha Mikro Naik Kelas, Pemkot Batu Fasilitasi Pengurusan NIB
Daripada kena blacklist, Ani dan suaminya bersepakat mengurangi dua kolam ikannya untuk dijual.
"Ini sudah kelewat lebih dari 5 bulan, ukurannya bisa dikatakan jumbo," ujarnya.
Rata-rata, per ekor ikan milik Ani sekitar 1 kilogram.
Rupanya, dampak lain terjadi tak terduga setelah ikan dijual dengan timbang basah. Untuk ukuran besar kena sortir, sehingga masuk dalam timbang kering.
"Sangat kecewa, ikan dipilih hanya yang sesuai selera pembeli. Yang terlalu besar disortir dan dibeli dengan harga tidak manusiawi," ungkap Ani.
Untuk harga pilihan, pembeli membayar dengan nilai 25 ribu rupiah per kilogram. Namun, untuk yang ukuran 9 ons lebih, hanya dihargai 18.500 rupiah.
"Kalau dijual timbang kering juga banyak alasan, katanya kebesaran dan lainnya. Nyatanya, begitu ditimbang basah, yang besar tetap dibeli dengan timbang kering tapi dihargai semaunya," jelasnya.
Jika dihitung dari nilai harga pakan, Ani mengaku rugi 6000 per zak pelet. Untuk ikan yang dipanen, ia mengaku malah merugi nyaris 10 juta setelah menunggu panen dengan durasi 18 bulan.
Iapun mengaku kapok budidaya gurame, dirinya mengaku menggunakan uang hasil panen ini untuk investasi ternak.
"Alih ke ternak, mumpung harga murah saat ini," bebernya.
Baca Juga : Untuk Kedua Kalinya, 10.000 Karyawan Terkena PHK oleh Meta
Sementara Ali (39) salah satu warga lain memilih menyewakan kolamnya setelah panen sebulan lalu.
"Saya sewakan tapi belum laku, saat ini kosong," ucapnya.
Seperti diketahui, harga ikan gurami semenjak akhir tahun 2022 lalu terus mengalami penurunan.
Terakhir, harga gurami di Tulungagung hanya seharga 24-25 ribu rupiah timbang basah dan 22-23 ribu rupiah timbang kering.
Penjual kesulitan mengeluarkan ikan yang telah waktunya panen, meski di jual ikan para pembudidaya rata-rata hanya disanggupi tapi tidak segera diangkat dari kolam oleh pembelinya.