Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Cerita Inspirasi Achmad Amaluddin yang Sukses Kelola Limbah Jadi Rupiah

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Yunan Helmy

13 - Mar - 2023, 10:17

Placeholder
Achmad Amaluddin ketika menata karya miniaturnya di sebuah event besar yang diadakan Petrokimia Gresik.

JATIMTIMES - Meski sudah berusia 62 tahun, Achmad Amaluddin tidak mau berdiam diri. Lelaki paruh baya itu tetap produktif. Mengubah limbah menjadi rupiah. Membuat miniatur berbahan utama limbah koran.

Amaluddin menjadi seorang pengerajin miniatur sejak 2016 lalu,  setelah pensiun dari pekerjaannya. Dia tertarik membuat miniatur karena terinspirasi mainan anak-anak.

Baca Juga : Tujuh Pendekar Silat di Tulungagung Ditangkap Polisi setelah Keroyok Dua Pesilat Perguruan Lain

Kemudian, dia belajar dari media sosial. Lalu, menerapkan. Mulai dari mempersiapkan bahan limbah koran hingga menata dengan rapi. Satu miniatur jenis robot berhasil diproduksi.

Bapak tiga anak ini kemudian menawarkan karyanya dari mulut ke mulut. Melalui teman dan kerabatnya. Alhasil, ada yang tertarik dan langsung membeli. 

Berangkat dari situ, Amaluddin mulai merintis sebuah usaha, bernama Nizar Craft. Berkat usahanya, dia mendapat support dari perusahaan BUMN, PT Petrokimia Gresik. Nizar Craft akhirnya menjadi UMKM mitra binaan Petrokimia. Dia mendapat dukungan modal untuk mengembangkan usahanya.

Tidak membutuhkan waktu lama, berbagai jenis miniatur berhasil diproduksi. UMKM Nizar Craft semakin banyak dikenal masyarakat. Akhirnya menjadi salah satu mitra kebanggaan (mangga). Pesanan datang dari berbagai daerah.

Ada yang pesan miniatur kapal, sepeda motor, wartel, kereta kencana, klenteng hingga mahar untuk seserahan pernikahan. Miniatur tersebut dijual dengan harga bervariatif.

Di tengah usahanya yang terus berkembang, Amaluddin tidak hanya fokus mencari pundi-pundi rupiah. Ia kerap berbagi ilmu dengan warga di lingkungan sekitar. Tak jarang siswa dari berbagai sekolah belajar langsung di kediamannya.

Warga Perum Bukit Randuagung Indah itu sengaja memilih usaha di bidang kerajinan karena minim persaingan. Tidak banyak orang yang mau menjadi pengerajin miniatur. Sebab, menjadi pengerajin miniatur tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi orang yang baru belajar. Butuh waktu. Harus telaten, sabar dan teliti.

Misalnya, saat membuat miniatur kapal yang harus lengkap dengan ornamennya. Butuh waktu lebih dari sepuluh hari untuk menyelesaikan karena harus detail, rapi dan terlihat seperti aslinya.

"Banyak juga ibu-ibu yang datang belajar, bahkan anak-anak muda. Tapi setelah satu sampai dua hari  banyak yang tidak kembali karena mereka tidak sabaran," ujarnya.

Amaluddin menyampaikan, dukungan modal dari Petrokimia sangat membantu dalam mengembangkan usahanya. Termasuk membantu proses pemasaran melalui berbagai kegiatan besar.

Baca Juga : Copot Direktur Pertamina, Pengamat Yusri Usman Soroti Erick Thohir

"Seperti kegiatan event, mulai di Gresik, Surabaya hingga Jakarta. Karena lakunya hanya saat waktu ada event dan melalui pesanan saja. Jadi, kendalanya memang soal pemasaran," ungkapnya.

Kini, miniatur yang dibuat sudah terjual ke berbagai kalangan orang penting di negeri ini. Mulai bupati, wakil gubernur Jatim, kapolda hingga Menteri BUMN Erick Thohir.

"Yang paling mahal miniatur kapal seharga Rp 7 juta, dibeli Pak Erick Thohir saat event di Petrokimia Gresik. Ada juga orang Australia pesan kapal perang," imbuhnya.

Amaluddin berkisah, dirinya sempat mengalami masa-masa sulit. Ketika wabah covid-19 melanda Indonesia, khususnya Gresik, omzetnya anjlok total. Tidak ada event. Pesanan menurun drastis. 

"Tapi saat kami dilanda kesusahan, Petrokimia Gresik ikut membantu memasarkan produk mitra binaannya lewat koperasi. Termasuk produk miniatur saya," imbuhnya.

Tidak hanya itu. Amaluddin bersama istrinya, Erma Suryani, juga membuat sejumlah produk berbahan limbah platik, seperti tas wanita dan beberapa kerajinan lainnya.

"Nilai positifnya adalah kita bisa lebih bijak dalam mengelola limbah atau sampah. Sehingga lingkungan kita bisa lebih bersih dan nyaman," tandasnya.


Topik

Peristiwa Pengrajin sukses Gresik berita Gresik sosok kreatif



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Yunan Helmy